Rabu, 10 Februari 2016

INOVASI KELOMPOK


Inovasi untuk tugas Teori Organisasi Umum 2 ini saya buat dengan kelompok saya. Untuk lebih jelasnya saksikan video dibawah ini :







Semoga bermanfaat..

Minggu, 07 Februari 2016

KREATIFITAS

Saat ini saya akan memposting tugas Kreatifitas dari matakuliah Teori Organisasi Umum, kreatifitas menurut saya keahlian yang ada dalam diri kita sendiri. Dan disini saya akan menunjukkan kreatifitas masak saya.
Disini saya akan membuat “Wedang Ronde” , walaupun wedang ronde merupakan minuman yang saya buat pertama kali namun menurut saya hasilnya maksimal.

WEDANG RONDE

Bahan-bahan :



Bahan wedang (1) :
·    750 ml Air putih (untuk merebus)
·    75 gr Gula pasir
·    2 Jahe, keprek
·    3 Serai, keprek
·    4 lembar daun pandan, memarkan

Bahan ronde (2) :
·    100 gr Tepung ketan
·    75 ml Air hangat
·    Pewarna coklat *selera*

Bahan isian (3) :
·    100 gr kacang tanah kupas, sangrai & haluskan
·    75 gr Gula pasir

Cara Membuat :
  1. Campurkan seluruh bahan wedang kedalam panci, didihkan hinga gula larut dan harum
  2. Campurkan seluruh bahan ronde kedalam sebuah wadah, aduk tepung ketan dengan air hangat hingga kalis. Adonan yang kalis yakni adonan yang lembab tapi tidak lengket di tangan. Jika masih terlalu kering dan pecah-pecah, tambahkan lagi air. Jika terlalu basah, tambahkan lagi tepungnya. Setelah semua sudah kalis, tambahkan pewarna yang diinginkan. Di resep ini saya akan membuat warna coklat, dan putih.
  3. Diwadah yang terpisah campurkan bahan isian ronde . Kacang yang telah disangrai ditumbuk hingga halus. Dan tambahkan gula agar isian lebih manis.
  4. Pipihkan adonan ronde di telapak tangan dan masukkan bahan isian ronde yang sudah dicampur di tengah adonan, lalu bulatkan adonan. Lakukan ini sampai adonan habis.
  5. Rebus bola ronde di air mendidih sampai mengapung. Jika sudah mengapung, berarti sudah matang dan bisa segera diangkat.
  6. Sajikan wedang ronde dengan kuahnya digelas ataupun mangkuk. Tambahkan kacang untuk menambahan dihidangan.


Rabu, 03 Februari 2016

BUDAYA


Definisi Budaya Organisasi 

     Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.

   Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Level Budaya Organisasi

Dalam mempelajari budaya organisasi ada beberapa tingkatan budaya dalam sebuah organisasi,, dari yang terlihat dalam perilaku (puncak) sampai pada yang tersembunyi. Schein (dalam Mohyi 1996: 85) mengklasifikasikan budaya organisasi dalam tiga kelas, antara lain :
1.    Artefak 
Artefak merupakan aspek-aspek budaya yang terlihat. Artefak lisan, perilaku, dan fisik dalam manifestasi nyata dari budaya organisasi
2.    Nilai-nilai yang mendukung
Nilai adalah dasar titik berangka evaluasi yag dipergunakan anggota organisasi untuk menilai organisasi, perbuatan, situasi dan hal-hal lain yag ada dalam organisasi
3.    Asumsi dasar
Adalah keyakinan yang dimiliki anggota organisasi tentang diri mereka sendiri, tentang orang lain dan hubungan mereka dengan orang lain serta hakekat organisasi mereka

Fungsi Budaya Organisasi

a.    Perasaan Identitas dan Menambah Komitmen Organisasi.
b.    Alat pengorganisasian anggota 
c.     Menguatkan nila-nilai dalam organisasi 
d.    Mekanisme kontrol perilaku 
e.    Mendorong dan meningkatkan kinerja ekonomi baik dalam jangka pendek dan panjang. 

Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:
1.  Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
2.   Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
3.   Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
4.   Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
5.   Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
6.   Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
7.   Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

Tipologi Budaya

Menurut Sonnenfeld dari Universitas Emory (Robbins, 1996 :290-291), ada empat tipe budaya organisasi :
1.  Akademi
Perusahaan suka merekrut para lulusan muda universitas, memberi mereka pelatihan istimewa, dan kemudian mengoperasikan mereka dalam suatu fungsi yang khusus. Perusahaan lebih menyukai karyawan yang lebih cermat, teliti, dan mendetail dalam menghadapi dan memecahkan suatu masalah.
2.  Kelab
Perusahaan lebih condong ke arah orientasi orang dan orientasi tim dimana perusahaan memberi nilai tinggi pada karyawan yang dapat menyesuaikan diri dalam sistem organisasi. Perusahaan juga menyukai karyawan yang setia dan mempunyai komitmen yang tinggi serta mengutamakan kerja sama tim.
3.  Tim Bisbol
Perusahaan berorientasi bagi para pengambil resiko dan inovator, perusahaan juga berorientasi pada hasil yang dicapai oleh karyawan, perusahaan juga lebih menyukai karyawan yang agresif. Perusahaan cenderung untuk mencari orang-orang berbakat dari segala usia dan pengalaman, perusahaan juga menawarkan insentif finansial yang sangat besar dan kebebasan besar bagi mereka yang sangat berprestasi.
4.  Benteng
Perusahaan condong untuk mempertahankan budaya yang sudah baik. Menurut Sonnenfield banyak perusahaan tidak dapat dengan rapi dikategorikan dalam salah satu dari empat kategori karena merek memiliki suatu paduan budaya atau karena perusahaan berada dalam masa peralihan.


LINK :

PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI


A. Pengertian Perubahan Dan Pengembangan Organisasi
    
     Perubahan Organisasi adalah suatu variasi dari cara-cara yang telah mapan,yang selama ini berlangsung dalam organisasi dan dipergunakan serta ditaati oleh anggota organisasi dalam melakukan aktivitasnya dan berbeda dari apa yang selama ini ada dan telah berlaku dalam organisasi.

Pengembangan Organisasi adalah proses terencana untuk mengembangkan kemampuan organisasi dalam kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berubah, sehingga dapat mencapai kinerja yang optimal yang dilaksanakan oleh seluruh anggota organisasi. Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

B. Langkah-Langkah Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi merupakan perubahan yang berkaitan dengan pengembangan, perbaikan, maupun penyesuaian yang meliputi struktur, teknologi, metode kerja maupun sistem manajemen suatu organisasi. suatu organisasi tidak harus melaksanakan suatu perubahan. Hal ini merupakan suatu strategi untuk memenuhi beberapa keseluruhan tujuan dari suatu organisasi.Langkah tersebut terdiri dari :

1.       Mengadakan pengkajian

Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang antara lain: politik, ekonomi, teknologi, hokum, social budaya dan sebagainya.

2.       Mengadakan identifikasi

Yang perlu di identifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi, setiap factor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.

3.       Menetapkan perubahan

Sebelum langkah langkah perubahan diambil , pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.

4.       Menentukan strategi

Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi harus segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

5.       Melakukan evaluasi

Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negative , perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh positif terhadap organisasi dan apabila sebaliknya berarti negative.

6.       Mengadakan perubahan struktur organisasi.
7.       Mengubah sikap dan perilaku pegawai.
8.       Mengubah tata aliran kerja.
9.       Mengubah peralatan kerja.
10.   Mengubah prosedur kerja.
11.   Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar - personal.

C. Perencanaan Strategi dan Pengembangan Organisasi
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam Perencanaan Strategi dan Pengembangan Organisasi:

1.    Pengamatan eksternal

Yaitu dengan memperhatikan kesempatan dan ancaman di segala aspek, baik ekonomi, politik, teknologi, budaya dan lainnya yang semua variable itu akan membentuk karakter organisasi. Metode ini sesuai dengan yang dinyatakan oleh Wayne E. Rosing, wakil Direktur pengembangan Sun Microsystems, Inc ” Tidak ada satupun yang memotivasi Sun kecuali ketakutan akan apa yang dilakukan oleh pesaing ”.

2.    Pengamatan internal

Terdiri dari eavaluasi SDM dan struktur organisasi, dengan tujuan mengukur kesiapan SDM (inputs) strategi sekarang (proses), kinerja (outputs) dan potensi dalam yang akan membentuk kedinamisan organisasi. Dalam internal terdapat dua variable yang penting, yaitu, Struktur dan Budaya. Struktur berkenaan dengan mekanisme, prosedural organisasi. Budaya adalah yang berkenaan dengan pola keyakinan dan pemikiran, aspirasi dan nilai-nilai yang diharapkan oleh semua anggota organisasi.

3.    Perumusan organisasi.

Adalah pengembangan planing jangka panjang, dari menejemen yang efektif dari kesempatan dan ancaman yang disinergiskan dengan kondisi internal.

4.    Misi

Misi Organisasi adalah tujuan atau alasan mengapa organisasi ada dan mempertegas keberadaan organisasi. Konsep misi yang disusun dengan sistemik dan general itu akan menjadikan ciri khas organisasi dengan organisasi yang lain, dan berperan terhadap uniknya nilai produk organisasi yang ditawarkan. Konsepsi misi yang apik juga dapat meminimalisir konflik internal yang dianggap kurang prinsip dan membantu meningkatkan intensitas diskusi dan kajian secara produktiv.

5.    Tujuan

Merupakan hasil akhir aktivitas perencanaan, dengan merumuskan apa dan kapan yang akan diselasaikan dengan mengukur sasaran.

6.     Strategi

Merupakan konsep perencanaan komprehensif tentang bagiamana organisasi dapat mencapai misi dan tujuan.

7.    Kebijakan

Yaitu  pedoman luas yang menghubungkan strategi dan implementasi. Kebijakan ini bersifat general yang nantinya akan diikuti dan disepesifikan dan di interpretasikan dan di implementasikan oleh devisi-devisi melalui strategi dan tujuan devisi masing-masing.

8.    Implementasi strategi

Proses dimana manajemen mewujudkan strategi dan kebijakan dalam tindakan melalui pengembangan program, anggaran dan prosedur.

9.    Program

Pernyataan aktivitas-aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai.

10.  Anggaran

Program yang dinyatakan dalam satuan uang, setiap program akan dinyatakan secara rinci dalam biaya, yang dapat digunakan oleh SDM untuk mengelola organisasi.

11.  Prosedur

Sering juga disebut dengan standard operating proscedurs, yaitu langkah-langkah yang berurutan yang menggambarkan dengan rinci bagaimana suatu tugas atau pekerjaan diselesaikan.

12.  Evaluasi dan Pengendalian

Adalah proses yang melalui aktivitas-aktivitas dan hasil kerja dimonitor dan kinerja nyata dengan kinerja/program yang diinginkan.

Kamis, 24 Desember 2015

TUGAS 2 TOU 2 : STRATEGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Dalam ORGANISASI


Jakarta – Aspirasi Direktorat Hulu yang agresif dengan produksi 2,2 juta BOEPD pada  2025 menuntut perubahan pola bisinis hulu Pertamina dari investment holding menjadi operation holding. Perubahan strategi bisnis dimaksud membawa implikasi  signifikan pada irama kerja Upstream  Technology Center (UTC). “Kami semakin pontang-panting dalam upaya mendukung target peningkatan produksi dan cadangan  di seluruh anak perusahaan hulu (APH) dan Business Development,” ungkap Sigit Rahardjo, VP UTC menjelaskan aktivitas kesehariannya, saat diwawancarai pada Kamis (10/7) lalu.

Wajar bila penerapan strategi operation holding, membuat UTC pun semakin sibuk. “Semua rekomendasi tersebut dituangkan dalam program kerja yaitu dengan memenuhi permintaan bantuan teknis di lingkungan Pertamina dalam bentuk task  force specialist, kajian dan evaluasi termasuk di dalamnya peer review, problem solving, sentralisasi data dan aplikasi software, simulasi & pemodelan, workshop & training  dan pekerjaan lain yang sejalan dengan kompetensi spesialis di UTC,” urai Sigit menggambarkan peran UTC.

Lebih lanjut, Sigit menambahkan bahwa dalam rangka meningkatkan daya saing Perusahaan maka inovasi teknologi yang ditunjang dengan data yang terpadu merupakan suatu keniscayaan. Dari sisi inilah  Direktorat Hulu lewat UTC perlu mendapatkan dukungan solusi layanan sentralisasi data demi mewujudkan efisiensi kinerja perusahaan. Di samping itu,  data terkait kegiatan eksplorasi sebagai bagian dari upaya penambahan cadangan dan data eksploitasi untuk meningkatkan produksi, juga dibutuhkan secara real time, termasuk akses langsung ke seluruh APH. Paham dengan kondisi tersebut, UTC pada September 2013 yang lalu telah mengoperasikan Pertamina Upstream Data Center (PUDC) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

“Sesuai harapan Direktur Hulu, semua data yang menyangkut geologi, geofisika dan reservior (GGR), produksi & fasilitas (PF), drilling, dan geothermal yang ada di APH harus disatukan di PUDC,” jelas Sigit. Selain itu, PUDC pun telah menyiapkan ruangan yang nyaman untuk workshop sembari menggelar berbagai data yang diperlukan baik data seismik maupun data pengeboran, termasuk batuan inti bor (core). Workshop terkait dengan analisis detail kenampakan fisik core berikut struktur sedimen, serta deskripsi lainnya seperti warna, besar butir, porositas, permeabilitas, kekerasan, kandungan fosil, mineral berat, serta contoh hasil uji kandungan lapisan, akan meningkatkan keakuratan analisis yang bermuara pada tingkat keberhasilan ketika suatu peluang dieksekusi. 


“Untuk melengkapi PUDC, tahun depan (2015) UTC akan mempunyai laboratorium core yang representatif berlokasi di Pertamina Corporate University (PCU), Simprug. Laboratorium ini utamanya dimaksudkan untuk mendukung program simulasi kegiatan EOR, serta  dimanfaatkan juga oleh para ahli geologi dan reservoir untuk mengevaluasi berbagai parameter batuan reservoir,” pungkas Sigit menutup perbincangan.

ANALISIS :

Jadi menurut saya pada kondisi di atas bisa kita pahami, dalam perannya sebagai pusat keunggulan teknologi hulu migas, UTC aktif memberikan saran dan rekomendasi teknis kepada manajemen Direktorat Hulu  sebagai bahan masukan untuk pengambilan keputusan yang bersifat strategis. Nantinya data-data akan diintegrasikan dalam satu sistem manajemen, sehingga memudahkan dan mendukung kegiatan evaluasi maupun studi para ahli baik dalam bidang migas maupun energy baru dan terbarukan. Dengan diadakannya Workshop maka dengan analisis detail suatu kelompok akan berhasil jika suatu peluang tersebut dieksekusi.

LINK :

Kamis, 17 Desember 2015

TUGAS 2 TOU2 : PENDAPAT PRIBADI "PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI"


        

Untuk memenuhi Tugas TOU yang diberikan, saya akan memberi pendapat pribadi saya mengenai “PERAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI”, sebelumnya saya akan menjelaskan pengertian dari Komunikasi dan Organisasi.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah.
Istilah komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal dari kata communication atau communis yang memiliki arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. 

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah suatu kelompok orang yang bekerja sama untuk tujuan bersama. Sedangkan secara terperinci pengertian organisasi adalah sebagai tempat atau wadah untuk orang berkumpuldan berkerja sama secara rasional dan sistematis, terencana, terpimpin, dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya baik uang, metode, material, dan lingkungan, dan sarana-prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisen dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

     Jadi bagi saya Peran Komunikasi Dalam Organisasi yakni Komunikasi dalam suatu organisasi selalu merupakan komunikasi timbal balik, demi kepentingan semua pihak. Dalam berkomunikasi kita menciptakan persamaan pengertian, ide, pemikiran, dan sikap tingkah laku kita terhadap orang lain. Jadi komunikator dan komunikan mempunyai kesamaan dan kesepakatan pesan sehingga menimbulkan suatu pengertian. Komunikasi sangatlah penting dalam kehidupan kita sehari-hari, setiap orang bertemu dan saling berbicara itu dinamakan komunikasi. Maka dari itu peran komunikasi sangatlah penting.

    Komunikasi dapat dilakukan oleh dua orang ataupun lebih, bertemunya dua orang ataupun lebih dapat memberikan informasi agar masing-masing orang dapat terhubung dengan baik melalui komunikasi. Dalam sebuah perkumpulan atau Organisasi peran Komunikasi sangat penting untuk saling memberikan pendapat agar tercapai sebuah tujuan bersama misalkan untuk memberikan solusi untuk organisasi kedepannya.

     Jadi bagi saya Peran Komunikasi Dalam Organisasi memiliki cara yang mudah untuk Komunikasi yang baik dan efektif dapat menciptakan iklim organisasi yang mendukung bagi organisasi tersebut untuk mencapai tujuannya.

   

Minggu, 06 Desember 2015

TUGAS 2 TOU2 : RANGKUMAN MATERI(DESAIN & STRUKTUR ORGANISASI)


DEFENISI DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI

Desain Organisasi
Desain organisasi adalah pola tentang hubungan antara berbagai komponen dan bagian organisasi. Pada organisasi formal struktur direncanakan dan merupakan usaha sengaja untuk menetapkan pola hubungan antara berbagai komponen, sehingga dapat mencapai sasaran secara efektif. Sedangkan pada organisasi informal, struktur organisasi adalah aspek sistem yang tidak direncanakan dan timbul secara spontan akibat interaksi peserta.
Desain organisasi-organisasi memberikan kerangka yang menghubungkan wewenang karena struktur merupakan penetapan dan penghubung antar posisi para anggota organisasi. Jika seseorang memiliki suatu wewenang, maka dia harus dapat mempertanggungjawabkan wewenangnya tersebut.

Struktur Organisasi
Struktur adalah cara sesuatu disusun atau dibangun organisasi yang merupakan suatu wadah berkumpulnya minimal dua orang untuk mencapai sebuah tujuan. Struktur Organisasi adalah Suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian secara posisi yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur organisasi adalah  bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompok- kan, dan dikoordinasikan secara formal. Struktur organisasi ialah susunan pembagian tugas secara formal yang ada dalam sebuah organisasi.

Selain memiliki struktur, organisasi juga memiliki desain organisasi. Desain organisasi, Ivancevich (2008) mendefinisikannya sebagai proses penentuan keputusan untuk memilih alternatif kerangka kerja jabatan, proyek pekerjaan, dan departemen. Dengan demikian, keputusan atau tindakan-tindakan yang dipilih ini akan menghasilkan sebuah struktur organisasi.

DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI

Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi kompleksitas, formalisasi, sentralisasi vs desentralisasi.

1. KOMPLEKSITAS
Kompleksitas adalah Kompleksitas merujuk pada tingkatan diferensiasi yang ada di dalam sebuah organisasi. , mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.

TIGA BENTUK DIFERENSIASI :
1) Diferensiasi Horisontal, merujuk pada tingkat diferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggotanya, sifat dari tugas yang mereka laksanakan dan tingkat pendidikan dan pelatihannya. Semakin banyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang istimewa, semakin kompleks pula organisasi tersebut.
2) Diferensiasi Vertikal, merujuk pada kedalaman struktur. Makin banyak tingkatan yang terdapat diantara top management dan tingkat hirarki yang paling rendah, makin besar pula terjadinya distorsi dalam komunikasi dan makin sulit mengkoordinasi pengambilan keputusan dari pegawai manajerial, serta makin sukar bagi top manajer untuk mengawasi kegiatan bawahannya.
3)  Diferensiasi Spasial, merujuk pada tingkat sejauh mana lokasi kantor, pabrik dan personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis. Diferensiasi dapat dilihat sebagai perluasan dari dimensi horizontal dan vertical, artinya adalah mungkin untuk memisahkan tugas dan pusat kekuasaan secara geografis. Pemisahan ini mencakup penyebaran jumlah dan jarak.

2. FORMALISASI
Formalisasi yaitu sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya. Formalisasi merujuk pada tingkat sejauh mana pekejaan dalam organisasi itu distandarisasikan. Jika sebuah pekerjaan sangat diformalisasikan maka pemegang pekerjaan itu hanya mempunyai sedikit kebebasan mengenai apa yang harus dikerjakan, bilamana mengerjakannya dan bagaimana harus melakukannya.
Dengan demikian formalisasi adalah suatu ukuran tentang standarisasi. Formalisasi akan diukur dengan menentukan apakah organisasi tersebut mempunyai manual mengenai kebijakan dan prosedur, menilai jumlah keistimewaan peraturannya, melihat kembali uraian pekerjaan untuk melihat tingkat kerumitan. Jika kita berbicara mengenai formalisasi maka kita merujuk pada peraturan tertulis organisasi.

3.SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Sentralisasi, merujuk kepada tingkat dimana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik tunggal di dalam organisasi. Konsentrasi yang tinggi menyatakan adanya sentralisasi yang tinggi, sedangkan konsentrasi yang rendah menunjukkan sentralisasi yang rendah atau yang disebut Desentralisasi. Dalam Sentralisasi harus memperhatikan Sentralisasi hanya memperhatikan struktur formal dan bukan dengan organisasi informal.

Hambatan sentralisasi :
  • Hanya memperhatikan struktur formal.
  • Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan.
  • Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.
  • Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.
Keuntungan desentralisasi :
  • Setiap manajer mempunyai keterbatasan terhadap jumlah informasi
  • Dapat menanggapi perubahan dengan cepat.
  • Memberi masukan lebih rinci bagi pengambil keputusan.
  • Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan keputusan.
  • Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkat rendah.
Keuntungan sentralisasi :
  • Keputusan komprehensif yang akan diambil.
  • Penghematan dan lebih efektif

DEPARTEMENTALISASI

Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi                 
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi.
Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.

Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI

Model desain organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Desain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu­san dan besaran satuan kerja. Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.

1. Desain Organisasi Mekanistik.
  • Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
  • Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
  • Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
  • Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
  • Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
  • Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2. Desain Orgranisasi Orgranik.
  • Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
  • Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
  • Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
  • Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
  • Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
  • Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
  • Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

LINK SUMBER MATERI :