Jumat, 17 April 2015

TUGAS 2 IBD : KEBUDAYAAN BELANDA

Belanda


Belanda (bahasa Belanda: Nederland adalah sebuah negara peserta Kerajaan Belanda, yang terdiri dari dua belas provinsi di Eropa Barat Laut, dan tiga pulau di Karibia.



Bendera Belanda
Kata Belanda dalam bahasa Indonesia adalah pinjaman yang cacat dari kosakata Portugis: holanda, olanda, wolanda, bolanda, dan terakhir menjadi belanda. Belanda Eropa berbatasan dengan Laut Utara di utara, dan barat, Belgia di selatan, dan Jerman di timur, dan berbagi perbatasan bahari dengan Belgia, Jerman, dan Britania Raya. Belanda menganut demokrasi parlementer yang disusun sebagai negara kesatuan. Ibu kotanya adalah Amsterdam sedangkan pusat pemerintahan, dan kedudukan monarkinya berada di Den Haag. Belanda sebagai keseluruhan seringkali disebut "Holland", meskipun Holland Utara, dan Selatan hanyalah dua dari dua belas provinsinya.
Belanda secara geografis merupakan negara berpermukaan rendah, dengan kira-kira 20% wilayahnya, dan 21% populasinya berada di bawah permukaan laut, dan 50% tanahnya kurang dari satu meter di atas permukaan laut.Kenyataan yang unik ini terabadikan dalam namanya: Nederland (bahasa Belanda), yang artinya "negeri-negeri berdaratan rendah"; nama ini pun digunakan dengan beberapa variasi dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Sebagian besar daratan yang berada di bawah permukaan laut adalah hasil campur tangan manusia, ini disebabkan oleh ekstraksi gambut yang meluas, dan kurang terkontrol selama berabad-abad, dan merendahkan permukaan setinggi beberapa meter. Bahkan di wilayah banjir ekstraksi gambut tersebut dilanjutkan melalui pengerukan. Sejak akhir abad ke-16 reklamasi daratan dimulai; kemudian wilayah polder yang luas kini dilestarikan dengan mengelaborasi sistem drainase yang melibatkan beberapa tanggul, terusan, dan stasiun pompa. Sebagian besar wilayah Belanda dibentuk oleh estuaria tiga sungai penting Eropa, yang secara bersama-sama dengan anak-anak sungainya membentuk deltaRhein-Maas-Schelde. Sebagian besar wilayah negara ini sangatlah datar, dengan perkecualian di kaki-kaki bukit di tenggara-jauh, dan beberapa deret perbukitan di bagian tengah.
Belanda adalah satu dari sedikit negara pertama yang memiliki parlemen terpilih, dan negara ini adalah anggota pendiri Uni Eropa,G-10NATOOECDWTO, dan peserta perserikatan ekonomi tripihak Beneluks. Belanda adalah salah satu negara yang pernah menguasai Indonesia, dan baru mengakui kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949, namun sekarang mengakui Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Pada tahun 2011, Belanda pernah mencapai peringkat kesepuluh pendapatan perkapita tertinggi di dunia. Negara ini adalah tuan rumah bagi Organisasi Pelarangan Senjata Kimia, dan lima peradilan dunia: Mahkamah Arbitrasi PermanenMahkamah Keadilan InternasionalPengadilan Internasional untuk Bekas YugoslaviaMahkamah Pidana Internasional, dan Tribunal Khusus untuk Libanon. Empat pertama berkedudukan di Den Haag; juga menjadi tempat bagi badan intelijen pidana Uni Eropa, Europol; dan badan kerjasama yudikatif Eropa, Eurojust. Kenyataan ini telah menjadi penyebab munculnya julukan "ibu kota hukum dunia" bagi Kota Den Haag. Belanda menjalankan prinsip ekonomi campuran berbasis-pasar, menduduki peringkat ke-17 dari 177 negara menurut Indeks Kebebasan Ekonomi. Pada bulan Mei 2011, Belanda meraih status sebagai negara "paling bahagia" menurut hasil-hasil yang diumumkan oleh OECD.
Belanda merupakan salah satu negara terpadat di dunia. Belanda juga terkenal akan tanggul (dijk), kincir angin, terompa kayu, tulip, dan masyarakatnya yang terbuka, dan liberal.
Kebudayaan Belanda
Budaya Belanda adalah kepelbagaian, mencerminkan perbezaan serantau dan juga pengaruh asing dengan syukurnya saudagar dan semangat penjelahan Belanda dan influks pendatang. Belanda dan orang belanda telah memainkan suatu peranan penting sebagai pusat yang budaya liberal dan toleran, dengan Zaman Kegemilangan Belanda dianggap sebagai puncaknya.
Tradisi Kebudayaan Belanda
Salah satu perayaan-perayaan yang yang paling khas dalam negeri Belanda adalah pesta Sint Nicolaas atau Sinterklaas. Dirayakan di malam sebelum Sinterklaas' hari ulang tahun pada 5 Desember, khususnya di dalam keluarga-keluarga dengan anak-anak kecil. Di Amerika Serikat angka asli Dutch Sinterklaas telah menyatu dengan Father Christmas ke Sinterklas. Dalam negeri Belanda, hadiah membawa Natal pada telah baru-baru ini memperoleh beberapa popularitas juga , tetapi Sinterklaas jauh lebih populer.
Lain perayaan khas dalam negeri Belanda adalah pesta Sint Maarten. Hari itu dirayakan pada malam hari 11 November dalam beberapa bagian negeri Belanda. Anak-anak berlalu pintu-pintu dengan lentera-lentera kertas dan lilin-lilin, dan menyanyikan lagu tentang St. Martin dan tentang lentera mereka sebagai penukar suguhan. Dalam beberapa daerah lampion digantikan oleh diri membuat lentera, terbuat satu mengorek bit gula (suikerbiet).
Tarian di Belanda

 
Balet Pada abad ke-21 orang dengan latar belakang Timur Tengah atau Afrika juga memiliki efek mendalam, terutama dalam hip hop dan rap. Jauh lebih daripada kebanyakan non-Inggris negara Eropa berbahasa, Belanda tetap erat selaras dengan tren Amerika dan Inggris sejak 50-an.
Aruba dan lima pulau utama Belanda Antillen adalah bagian dari rantai Lesser Antilles pulau. Musik mereka adalah campuran dari unsur-unsur asli, Afrika dan Belanda, dan berhubungan erat dengan tren dari pulau-pulau tetangga seperti Barbados, Martinique, Trinidad dan Tobago dan Guadeloupe, serta kepemilikan Belanda daratan mantan Suriname, yang telah diekspor ke musik kaseko sukses besar di pulau-pulau. Curaçao dan Bonaire cenderung memiliki adegan musik yang paling aktif dan terkenal. Curaçao dikenal untuk jenis musik yang disebut tumba, yang dinamai drum conga yang menyertainya.

Bahasa utama adalah Belanda, sementara Frisia Barat juga adalah bahasa diakui dan ia digunakan oleh kerajaan di provinsi Friesland. Beberapa loghat Saxon Rendah (Nedersaksisch dalam bahasa Belanda) ditutur di kebanyakan utara dan timur dan diakui oleh Belanda sebagai bahasa-bahasa serantau menurut Carta Eropah untuk Bahasa Serantau atau Minoriti.
Satu lagi loghat Belanda diperolehi kedudukan bahasa Serantau adalah Limburgish, yang ditutur di provinsi tenggara Limburg.

Kalvinisme telah dikenali pada masa-masa tertentu dengan gaya hidup yang sederhana dan gereja yang unadorned, seperti digambarkan di lukisan ini olehEmmanuel de Witte c.1660
Meskipun, Low Saxon dan Limburgish disebar disepanjang sempadan Belanda-German dan belong dengan suatu Dutch-Low German dialect continuum yang umum.
Kincir angin
Kicir angin merupakan warisan budaya yang mempesona bangsa bangsa lain sehingga menjadi ikon belanda dengan sebutan Negara kincir angin
Kincir angin berada di belanda pada abad ke13 berfungsi untuk mendorong air ke lautan agar terbentuk daratan baru yang lebih luas (polder) dalama bad ke 17 kincir angin diguakan sebagain sarana pembantu di lading pertanian dan industry seperti meproduksi kertas dan mengasah kayu
Bunga tulip belanda bunga tulip yaitu bunga yang cantik yang berasal dari negeri belanda yang berwarna cerah bunga tulip mempunyai kerampingan kelopak buganya, bentuk helai kelopaknya lancip

Masakan Belanda

Dalam tradisi, susunan makanan bangsa Belanda terdiri dari roti dan ikan haring. Pada abad ke-18, kentang (yang dibawa dariPeru ke Eropa oleh Spanyol di abad ke-16) meraih popularitas dan menjadi makanan pokok pada tahun 1800.[1]
Menurut sejarah, masakan Belanda berkaitan erat dengan masakan Perancis utara dan masih bisa terlihat di restoran tradisional Belanda dan masakan di daerah Selatan. Abad ke-15 masakan Haute mulai muncul, pada umumnya terbatas hanya untuk kaumaristokrasi. Namun sejak abad ke-17 jenis hidangan ini juga tersedia untuk penduduk kaya, seringkali terdiri dari beragam buah,keju, daging, anggur, dan kacang.
Akan tetapi masakan nasional menjadi sangat terpuruk pada peralihan abad ke-20, ketika terjadi kemiskinan besar di Belanda. Saat pendidikan massal mulai tersedia, banyak anak perempuan dikirim ke jenis sekolah baru, yaitu Huishoudschool (sekolah rumah tangga), di mana wanita muda dilatih untuk menjadi pekerja rumah tangga, mempelajari bagaimana memasak murah dan hidangan sederhana merupakan bagian utama dari kurikulum, dan biasanya didasari pada hidangan tradisional Belanda, suatu proses yang secara perlahan-lahan telah berubah.

Masakan daerah

Penulis kuliner modern membedakan tiga bentuk umum masakan daerah Belanda.

Masakan bagian timur dan utara


Daerah-daerah diutara dan timur Belanda, seperti provinsi Groningen, Friesland, Drenthe, Overijssel dan Gerderland membuat masakan timur laut Belanda.

Daerah tersebut adalah wilayah yang paling rendah penduduknya di Belanda, bahkan dengan perkembangan terendah menurut sejarah. Akhir abad ke-18, pengenalan pertanian skala besar mengartikan bahwa masakan Belanda pada umumnya dikenal karena banyaknya jenis daging. Kurangnya  pertanian memperbolehkan perburuan dan peternakan, meskipun hidangan di daerah dekat pesisir Friesland, Groningen dan bagian Overijssel yang berbatasan dengan IJsselmeer juga menyertakan banyak ikan.
Berbagai sosis kering masih satu jenis dengan sosis metworst Belanda, dapat ditemukan di seluruh wilayah dan sangat dihargai karena cita rasanya yang kuat. Kebanyakan kota dan desa memiliki berbagai sosis mereka sendiri. Daerah tersebut juga menghasilkan sosis asap tradisional, (Gelderse) rookworst (sosis asap Belanda) adalah yang paling terkenal. Sosis tradisional ini telah diasapi diatas serpihan kayu dan disajikan setelah direbus dalam air. Sosis ini mengandung banyak lemak dan sangat berair. Sosis yang lebih besar sering dimakan bersama stamppot, hutspot atau zuurkool; sedangkan yang lebih kecil sering dimakan sebagai jajanan.
Beberapa provinsi juga merupakan tuan rumah bagi berbagai jenis kue dan pastri. Berbeda dengan masakan Belanda selatan yang cenderung lembut dan lembap, kue-kue di bagian timur laut umumnya memiliki tekstur keras dan dibumbui dengan banyak jahe atau berisi potongan kecil daging. Berbagai macam Kruidkoek (seperti Groninger koek), Fryske dúmkes dan panekuk kecil yang lezat (termasukspekdikken') dianggap khas.
Dalam hal minuman beralkohol, wilayah ini terkenal karena banyaknya bir pahit (seperti Beerenburg).

Masakan bagian barat


Sebuah Keju Edam kecil

Provinsi Holland Utara, Holland Selatan, Zeeland, Utrecht dan wilayah Gelderlandic di Betuwe adalah daerah dimana masakan barat Belanda ditemukan. Daerah ini dikenal dengan banyaknya produk susu, yang mencakup keju terkemuka seperti Keju Gouda, Keju Leiden (keju yang dibumbui dengan jintan), Keju Edam (berbentuk bola kecil) serta Leerdammer dan Beemster, sementara Zaanstreek di dekat Belanda Utara terkenal karena mayones dan mustarnya.
Zeeland dan Holland Selatan menghasilkan banyak mentega yang mengandung lemak susu berlebih dibandingkan beragam mentega Eropa lainnya. Produk dari proses pembuatan mentega, yaitu buttermilk (susu mentega) juga dianggap khas dari daerah ini.
Makanan laut seperti ikan haring (dimakan mentah), kerang hijau , belut , tiram  dan udang tersedia secara luas dan khas di daerah ini. Kibbeling, dulu merupakan makanan lezat setempat yang terdiri dari potongan kecil ikan putih, telah menjadi makanan cepat saji negara ini.
Kue-kue di daerah ini cenderung sangat pucat dan sering mengandung banyak gula, baik karamel, bubuk atau butir. Misalnya oliebol (dalam bentuk modern) dan Zeeuwse bolus. Kue juga diproduksi dalam jumlah banyak dan cenderung mengandung banyak mentega serta diisi dari beberapa jenis, sebagian besar almond.
Minuman beralkohol tradisional daerah ini adalah bir dan Jenever. Alkohol tradisional Belanda,  Advocaat, sebuah minuman yang kaya dan lembut terbuat dari telur, gula dan brendi, juga asli wilayah ini.

Masakan bagian selatan 

Masakan selatan Belanda merupakan masakan dari provinsi Brabant Utara, Limburg dan daerah Flemish di Belgia. Daerah ini terkenal karena banyaknya pastri, sup, rebusan dan masakan sayuran yang sering disebut Burgundi yang merupakan ungkapan Belanda menggunakan hak pengadilan Burgundi kaya yang memerintah di Low Countries pada Abad Pertengahan yang terkenal karena kemegahan dan pesta besar.
Wilayah tersebut merupakan wilayah kuliner di Belanda yang mengembangkan masakan Haute dan merupakan dasar restoran Belanda yang paling tradisional, mencakup menu utama khas seperti Biefstuk, Varkenshaas, Ossenhaas, semuanya adalah potongan daging terbaik, umumnya daging babi atau sapi, disertai dengan berbagai macam saus dan kentang yang telah digoreng dua kali dalam cara tradisional Belanda (atau Belgia).
Rebusan seperti Waterzooi atau Hachee, rebusan dari bawang bombay, daging sapi dan kuah daging yang kental, mengandung banyak rasa dan membutuhkan beberapa jam untuk disajikan. Sup sayuran dibuat dari kaldu kaya rasa dan biasanya berisi bakso kecil mendampingi berbagai macam sayuran yang berbeda. Asparagus dan witlo(o)f sangat berharga dan secara tradisional dimakan dengan keju dan/atau ham.
Kue kering sangat berlimpah, sering diisi dengan krim yang kaya rasa, puding atau buah-buahan. Kue seperti Vlaai dari Limburg, Moorkop dan Bossche Bol dari Brabant, merupakan kue-kue yang khas. Kue pilihan juga tersedia, dengan worstenbroodje (gulungan dari sosis sapi) menjadi yang paling populer.
Minuman beralkohol tradisional daerah ini adalah bir. Ada banyak merek lokal, mulai dari Bir Trappist sampai Bir Kriek. Bir sama halnya seperti anggur dalam masakan Perancis, juga digunakan dalam memasak seringkali untuk rebusan.



Senin, 09 Maret 2015

TUGAS 1 IBD: PERBEDAAN ISD DAN IBD

PERBEDAAN ILMU SOSIAL DASAR DAN ILMU BUDAYA DASAR

ILMU SOSIAL DASAR (ISD)
1. Pengertian ISD
  • ISD adalah pengetahuan yang menelaah masalahsosial dari berbagai ilmu pengetahuan   keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu seperti ekonomo,geografi,antropologi dan psikologi.
  • ISD bukan gabungan ilmu-ilmu sosial yang dipadukan.
  • ISD bukan disiplin ilmu tersendiri karena ISD tidak mempunyai obyek metode ilmiah tersendiri.
2. Tujuan
Tujuan umum diselenggarakannya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar ialah pembentukan dan pengembangan kepribadian serta perluasan wawasan perhatian, pengetahuan, dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungannya, khususnya gejala berkenaan dengan masyarakat dengan orang lain, agar daya tanggap, presepsi, dan penalaran berkenaan dengan lingkungan social dapat dipertajam.
Tujuan khususnya adalah:
  • Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan social dan masalah-maslah social yang ada dalam masyarakat.
  • Peka terhadap masalah-maslah social dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya.
  • Menyadari bahwa setiap masalah social yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya).
  • Memahami jalan pikiran para ahli dalalm bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan mereka dalalm rangka penanggulangan maslah social yang timbul dalam masyarakat.

3. Ruang Lingkup ISD
  • Kenyataan-kenyataan social yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan maslah social tertentu.
  • Kenyataan-kenyataan social tersebut sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu social. Karena adanya perbedaan latar belakang disiplin ilmu atau sudut pandangnya
  • Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukakn untuk mempelajari masalah - masalah social.

Bahan pelajaran Ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan 3 golongan :
1. Kenyataan-kenyataan sosial yang adalah masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah social tertentu.
2.  Konsep-konsep social atau pengertian-pengertian tentang kenyataan-kenyataan social dibatasi pada konsep dasar atau elemnter saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah social yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial
3. Masalah-masalh yang timbul dalam masyarakat, biasanya terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan social yang antara yang satu dengan yang lainnya berbeda.

ILMU BUDAYA DASAR (IBD)

Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan adalah :
1.    Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2.    Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3.    Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4.  Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
1. LATAR BELAKANG IBD
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
*   Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
*   Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
*   Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
2. TUJUAN IBD
1.  Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya sehingga mereka akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.  Memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.  Mengusahakan agar para mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruanglingkup pendidikan kita amat dan condong membuat spesialis yang berpandangan kurang luas. Mata kuliah ini berusaha menambah kemampuan mahasiswa untuk menanggapi maslah dan nilai-nilai umumnya.
4.  Menjembatani para akademisi kita agar mereka mampu berkomunikasi satu sama lain.


3. RUANG LINGKUP IBD
Ilmu Budaya Dasar (IBD) identik dengan basic humanities. Humanities berasal dari kata latin humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus (refined). Dengan mempelajari Ilmu Budaya Dasar ini diharapkan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya, dan lebih halus.
Adapun ruang lingkup Ilmu Budaya Dasar adalah:
*      Berbagai aspek kehidupan yang mengungkapkan masalah-masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi keahlian. (disiplin) didalam pengertian budaya, maupun gabungan berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
*   Hakikat manusia yang satu atau universal, tetapi beragam perwujudannya dalam kebudayaan setiap zaman dan tempat. Dalam menghadapi lingkungan alam, social, dan budaya, manusia tidak hanya mewujudkan kesamaan-kesamaan, tetapi juga ketidak seragaman, sebagaimana ekspresinya dalam berbagai bentuk dan corak ungkapan, pikiran, perasaan, dan tingkah laku.

Ilmu budaya dasar merupakan pengetahuan tentang perilaku dasar-dasar dari manusia, Unsur-unsur kebudayaan :
1.        Sistem Religi/ Kepercayaan
2.        Sistem organisasi kemasyarakatan
3.        Ilmu Pengetahuan
4.        Bahasa dan kesenian
5.        Mata pencaharian hidup
6.        Peralatan dan teknologi
Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.

Kebudayaan berfungsi sebagai:
1.      Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2.      Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3.      Pembimbing kehidupan manusia
4.      Pembeda antar manusia dan binatang

Hakekat Kebudayaan berfungsi sebagai :
1.      Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2.      Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi       tidak ada
3.      Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
4.      Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban

Sifat kebudayaan :
1.      Etnosentis
2.      Universal
3.      Alkuturasi
4.      Adaptif
5.      Dinamis (flexibel)
6.      Integratif (Integrasi)

Aspek-aspek kebudayaan :
1.      Kesenian
2.      Bahasa
3.      Adat Istiadat
4.      Budaya daerah
5.      Budaya Nasional

Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah yaitu :
1.      kontak dengan negara lain
2.      sistem pendidikan formal yang maju
3.      sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
4.      penduduk yang heterogen
5.      ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu

Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1. Faktor dari dalam masyarakat
  • betambah dan berkurangnya penduduk
  • penemuan-penemuan baru
  • petentangan-pertentangan didalam masyarakat
  • terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri

2. Faktor dari luar masyarakat
  • berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
  • peperangan dengan negara lain
  • pengaruh kebudayaan masyarakat lain


KESIMPULAN
PERBEDAAN ISD DAN IBD
Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.
Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Jadi ilmu budaya dasar mempelajari tentang masalah manusia yang berkaitan dengan budaya dan dasar-dasarnya , sedangkan ilmu pengetahuan sosial mempelajari tentang masalah manusia dengan lingkungan sosialnya.

Ada beberapa Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan dalam IBD dan ISD adalah :
1.  Manusia dan cinta kasih
2.  Manusia dan Keindahan
3.  Manusia dan Penderitaan
4.  Manusia dan Keadilan
5.  Manusia dan Pandangan hidup
6.  Manusia dan tanggungjawab serta pengabdian
7.  Manusia dan kegelisahan
8.  Manusia dan harapan
9.  Manusia dan kegelisahan

Selasa, 13 Januari 2015

Tugas 1 ISD : Bab IV Pemuda Dan Sosialisasi

BAB IV
PEMUDA DAN SOSIALISASI

      1.  INTERNALISASI BELAJAR DAN SOSIALISASI
Internasilasasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternasilasikan norma-norma tersebut. Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu. istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yagn telah dimiliki oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama
     
     2.   PEMUDA DAN IDENTITAS
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda, akan tetapi di Indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti. Ditinjau dari kelompok umur, maka pemuda Indonesia adalah sebagai berikut :
Masa bayi                  :  0 – 1 tahun
Masa anak                 :  1 – 12 tahun
Masa Puber               : 12 – 15 tahun
Masa Pemuda           : 15 – 21 tahun
Masa dewasa            : 21 tahun keatas
Dilihat dari segi budaya atau fungsionalnya maka dikenal istilah anak, remaja dan dewasa, dengan perincian sebagia berikut :
Golongan anak         : 0 – 12 tahun
Golongan remaja      : 13 – 18 tahun
Golongan dewasa     : 18 (21) tahun keatas
Usia 0-18 tahun adalah merupakan sumber daya manusia muda, 16 – 21 tahun keatas dipandang telah memiliki kematangan pribadi dan 18(21) tahun adalah usia yang telah diperbolehkan untuk menjadi pegawai baik pemerintah maupun swasta

3.   PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT
Pada masa 1990 sampai 2000-an demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.

Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi. Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus– walaupun klise– sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.

Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain. Bisakah mahasiswa beranjak menuju gerakan pemikiran dan gerakan transformasi? Mari kita coba dan berjuang!!

Dasar Pemikiran neoliberalisme “pasar adalah tuan dan negara adalah pelayan” salah satu contoh yang paling baru mengenai kekalahan negara/pemerintah terhadap pasar adalah harga minyak yang naik. Paradigma pasar mengubah cara berpikir dan persepsi masyarakat. Dominasi kapitalisme memutarbalikkan hubungan antara masyarakat (sosial) dan Pasar (ekonomi) (Polanyi, 1957). Pada awal beroperasinya kapitalisme, pasar merupakan bagian dari masyarakat. Operasionaliasi norma-norma pasar berakar dan dibatasi norma sosial, kultural, dan politik. Masyarakat merupakan pemegang kunci dalam hubungan sosial dan ekconomi. Tapi ketika kapitalisme mendominasi, keberadaan pasar telah berbalik 180 derajat, masyarakatlah yang menjadi bagian dari pasar. kehidupan sehari-hari pun direduksi menjadi bisnis dan pasar.

Dampak langsung yang bisa dirasakan semenjak kenaikan BBM tahun 2005 antara lain terjadi inflasi, daya beli masyarakat menurun, kesehatan masyarakat menurun (kekurangan gizi), angka anak putus sekolah (drop out), angka kematian anak, pengangguran dan kemiskinan meningkat, sehingga munculnya kerentanan sosial.

Keadaan di atas dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya generasi yang hilang (the lost generation) ungkapan yang telah nyaris menjadi klise, jika persoalan anak dan orang muda tidak dapat diatasi dengan baik khususnya di sektor Gizi dan kesehatan serta pendidikan, maka kita akan kehilangan sebuah generasi, yang menjadi pertanyaan apakah benar bahwasanya satu generasi yang akan hilang ? kehilangan generasi mempunyai implikasi yang luas mereka mungkin tidak akan mampu menyisakan pendapatannya untuk memperbaiki kesejahteraanya sendiri hingga lingkaran setan pun terjadi karena Gizi yang rendah, prestasi sekolah yang pas-pasan, kemungkinan anak akan drop- out dan harus mempertahan kan hidup dan pengangguran.

Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya).

Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.
Sudah 60 tahun lebih bangsa Indonesia merdeka, sistem pendidikan telah dibaharui agar mampu menjawab berbagai perubahan diseputaran kehidupan umat manusia. Tetapi selesai kuliah barisan penganggur berderet-deret. Para penganggur dan setengah penganggur yang tinggi merupakan pemborosan-pemborosan sumber daya, mereka menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan yang dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal dan penghambat pembangunan dalam jangka panjang.


Tugas 3 Ilmu Sosial Dasar

Bab 7. Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kehidupan di desa sangatlah berbeda dengan kehidupan di kota. Karena di desa masyarakatnya yang lebih banyak berkumpul di sebuah kegiatan paguyuban dan kehidupannya juga masih sangat sederhana serta belum mengenal teknologi modern. Sedangkan masyarakat perkotaan kehidupannya individual dan telah mengikuti perubahan zaman dengan mengetahui adanya teknologi yang canggih. Kebanyakan masyarakat perkotaan itu berasal dari desa, karena di desa tidak banyak memiliki lowongan pekerjaan. Sehingga masyarakat desa banyak yang melakukan urbanisasi. Tujuan masyarakat pedesaan dan perkotaan itu sama, sama-sama mencari mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Hanya saja cara mencari nafkahnya yang berbeda, orang-orang pedesaan mencari mata pencahariaanya dengan bertani di sawah ataupun mempunyai tambang ikan. Sedangkan orang-orang perkotaan, mereka mencari mata pencahariaannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara bekerja di perusahaan-perusahaan atau pabrik-pabrik yang ada di perkotaan serta cara kerjanya pun telah menggunakan tenaga mesin yang canggih.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian masyarakat ?
2. Apa saja syarat – syarat menjadi masyarakat ?
3. Apa pengertian masyarakat perkotaan?
4. Apa saja ciri – ciri tipe masyarakat ?
5. Apa perbedaan antara desa dan kota ?
6. Apa saja lima unsur lingkungan perkotaan ?
7. Apa pengertian pedesaan ?
8. Apa saja aspek positif dan negatif masyarakat pedesaan?
9. Apa ciri – ciri masyarakat pedesaan ?
10. Apa sifat dan hakikat masyarakat desa ?
11. Apa saja unsur – unsur desa ?
12. Apa saja fungsi desa ?
13. Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan ?

C. TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian masyarakat
2. Untuk mengetahui syarat – syarat menjadi masyarakat
3. Untuk mengetahui pengertian masyarakat perkotaan
4. Untuk mengetahui ciri – ciri tipe masyarakat
5. Untuk mengetahui perbedaan antara desa dan kota
6. Untuk mengetahui lima unsur lingkungan perkotaan
7. Untuk mengetahui pengertian pedesaan
8. Untuk menegtahui aspek positif dan negatif masyarakat pedesaan
9. Untuk mengetahui ciri – ciri masyarakat pedesaan
10. Untuk mengetahui sifat dan hakikat masyarakat desa
11. Untuk mengetahui unsur – unsur desa
12. Untuk mengetahui fungsi desa
13. Untuk mengetahui perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

                                                                              BAB II
                                                                      PEMBAHASAN


1. MASYARAKAT PERKOTAAN ASPEK – ASPEK POSITIF DAN NEGATIF

1.1 Masyarakat
Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.
Pengertian Menurut Para ahli sebagi berikut :
1.R.Linton     
Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam kesatuan social

2.MJ.Herkovits 
Masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.

3.J.L.Gilian 
Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan perasaan persatuan yang sama.

4.S.R.Steinmetz 
Masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar, yang meliputi pengelompokan
pengelompokan manusia yang lebih kecil yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.

5.Hasan Sadily 
Masyarakat adalah golongan besar atau kecil dari beberapa manusia.

6.Selo Sumardjan 
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

7.Karl Marx 
Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.

8.Emile Durkheim 
Masyarakat merupakan suau kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.

9.Paul B. Horton & C. Hunt 
Masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

1.2 Syarat Menjadi Masyarakat
Masyarakat harus mempunyai syarat-syarat berikut :
  1.  Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
  2.  Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuatu daerah tertentu
 3.  Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka untuk menuju pada            kepentingan dan tujuan bersama.

1.3 Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

1.4 Ciri – Ciri Tipe Masyarakat Perkotaan
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
1.Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena    memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.
2.Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus    berdantung pada orang lain (Individualisme).
3.Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4.Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
5.Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
6.Perubahan-perubahan tampak nyata  dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

1.5 Perbedaan Antara Desa dan Kota
     1. Jumlah dan kepadatan penduduk
     2. Lingkungan hidup
     3. Mata pencaharian
     4. Corak kehidupan sosial
     5. Stratifikasi sosial
     6. Mobilitas sosial
     7. Pola interaksi sosial
     8. Solidaritas sosial
     9. Kedudukan dalam hierarki administrasi nasional

2. HUBUNGAN DESA DAN KOTA

Masyarakat pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komunitas yang terpisah sama sekali satu sama lain. Bahkan dalam  keadaan yang wajar di antara keduanya terdapat hubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena di antara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur¬mayur, daging dan ikan.Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis¬jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dalam proyek¬proyek perumahan, proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak. Mereka ini biasanya adalah pekerja-pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka, sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan di bidang pertanian mulai menyurut, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja yang tersedia.
Secara teoristik, kota merubah atau paling mempengaruhi desa melalui beberapa cara, seperti:
(i) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. 
(ii) Invasi kota , pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan.
(iii) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi
(iv) Ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota.
Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.


3. MASYARAKAT PERKOTAAN

3.1 Lima Unsur Lingkungan Perkotaan
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
1.Wisma 
Unsur ini merupakan bagian ruang kota yang dipergunakan untuk tempat
berlindung terhadap alam sekelilingnya, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga.

2.Karya 
Unsur ini merupakan syarat yang utama bagi eksistensi suatu kota, karena unsur ini merupakan jaminan bagi kehidupan bermasyarakat.

3.Marga 
Unsur ini merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya didalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya.

4.Suaka 
Unsur ini merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian

5.Penyempurna 
Unsur ini merupakan bagian yang penting bagi suatu kota, tetapi belum secara tepat tercakup ke dalam keempat unsur termasuk fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota.

4. MASYARAKAT PEDESAAN

4.1 Pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan “Desa” adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri.
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Sedang menurut Paul H. Landis desa adalah pendudunya kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri ciri sebagai berikut :
a) mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan jiwa.
b) Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
c) Cara berusaha (ekonomi)adalah agraris yang paling umum yang sangat  dipengaruhi alam seperti : iklim,   keadaan alam ,kekayaan alam, sedangkan pekerjaan yang bukan agraris adalah bersifat sambilan.

4.2 Aspek Positif dan Negatif Masyarakat Pedesaan 
Aspek positif:
1. Adanya peran saling melengkapi antara desa dan kota
2. Kota dan desa adalah saling membutuhkan
3. Kemajuan desa dapat memacu kemajuan kota begitu sebaliknya
Aspek negatif:
1.   Desa biasanya lebih direndahkan dari kota
2.   Masyarakat kota biasanya tidak bisa menghargai adat yang ada di desa
3. Kesenjangan sosial yang jauh antar masyarakat kota dan desa dapat menyebabkan perpecahan.

4.3 Ciri – Ciri Masyarakat Pedesaan

  • Kehidupan keagamaan di kota berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
  • Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  • Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  • Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
  • Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  • Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.


4.4 Sifat dan Hakikat Masyarakat Desa
Masyarakat pedesaan mempunyai sifat yang kaku tapi sangatlah ramah. Biasanya adat dan kepercayaan masyarakat sekitar yang membuat masyarakat pedesaan masih kaku, tetapi asalkan tidak melanggar hukum adat dan kepercayaan maka masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang ramah. Pada hakikatnya masyarakat pedesaan adalah masyarakat pendukung seperti sebagai petani yang menyiapkan bahan pangan, sebagai PRT atau pekerjaan yang biasanya hanya bersifat pendukung tapi terlepas dari itu masyarakat pedesaan banyak juga yang sudah berpikir maju dan keluar dari hakikat itu. Sistem budaya petani Indonesia biasanya bersifat bagi hasil antara pemilik lahan dan penggarap, tapi banyak juga para petani berbagi lahan atau wilayah yang dimiliki bersama dalam satu aliran pengairan, tapi system bagi hasil adalah sistem paling banyak dianut petani Indonesia.

4.5 Unsur – Unsur Desa
1.Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
2.Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat
3.Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa
Tiga unsur ini tidak lepas antar satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri melainkan merupakan satu kesatuan.

4.6 Fungsi Desa
Fungsi desa adalah sebagai berikut:

  • Desa sebagai hinterland (pemasok kebutuhan bagi kota)
  • Desa merupakan sumber tenaga kerja kasar bagi perkotaan
  • Desa merupakan mitra bagi pembangunan kota
  • Desa sebagai bentuk pemerintahan terkecil di wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia


5. PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suata permasalahan.
Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku.
Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.

  • Sederhana
  • Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
  • Mempunyai sifat kekeluargaan
  • Lugas atau berbicara apa adanya
  • Tertutup dalam hal keuangan mereka
  • Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
  • Menghargai orang lain
  • Demokratis dan religious

Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.

Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community.
Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

  • Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya.
  • Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
  • Di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
  • Interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi dari pada kepentingan umum.

Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Masyarakat pedesaan adalah sekelompok orang yang mendiami suatu wilayah dan mempunyai hubungan yang erat serta perasaan yang sama terhadap adat kebiasaan yang ada dan menunjukkan adanya kekeluargaan, seperti gotong royong dan tolong-menolong. Masyarakat pedesaan mencari mata pencaharian dengan cara bertani di sawah atau di ladang, di desa belum mengenal teknologi canggih yang telah ada di zaman modern. Sedangkan masyarakat perkotaan merupakan suatu himpunan penduduk yang bertempat tinggal di dalam pusat kegiatan ekonomi, pemerintahan kesenian, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Masyarakat kota mencari mata pencahariannya rata-rata menggunakan tekhnologi yang canggih, seperti menggunakan tenaga mesin, komputer dan lain-lain.

B. SARAN

Masyarakat pedesaan merupakan wilayah yang masih agraris dan lingkungannya yang masih alamiyah, oleh karena itu sebaiknya kealamian lingkungan tersebut harus tetap terjaga sebab lingkungan yang masih alami memiliki udara yang sejuk. Selain itu, masyarakat desa juga memiliki rasa persaudaraan yang erat, sebaiknya penduduk desa selalu menjaga kerukunan bersama. Masyarakat kota yang modern dengan berbagai alat tekhnologi yang canggih, alangkah baiknya jika memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik tanpa ada penyalahgunaan. Seperti penyalah gunaan pada internet, sehingga banyak terjadi suatu kejadian yang tidak diinginkan.

Tugas ISD 2 : Rivew dan Analisis Kasus

Polisi: Kecepatan Lancer Dul 176 Km Per Jam
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyidik kepolisian sudah menerima laporan hasil pemeriksaan mengenai kecepatan Mitsubishi Lancer B 80 SAL yang dikemudikan oleh AQJ alias Dul (13) dalam kecelakaan di Kilometer 8+200 Tol Jagorawi, Jakarta Timur.
Berdasarkan data dari chip kendaraan yang diperiksa tim agen tunggal pemegang merek (ATPM) Mitsubishi di Jepang, Dul mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan 176 kilometer per jam saat kejadian.
"Hasilnya sudah dikembalikan kepada penyidik. Kecepatannya 176 km per jam," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (17/10/2013).
Angka kecepatan tersebut, lanjut Rikwanto, merupakan data dua detik sebelum kendaraan kehilangan kendali.
Menurut Rikwanto, dengan kecepatan yang mencapai angka tersebut, Dul telah mengemudikan kendaraannya di luar batas maksimal kecepatan berkendaraan di jalan tol, yakni 100 km per jam.
"Kecepatannya di luar batas kewajaran bila berkendara di jalan tol," ujar Rikwanto.
Namun, penyebab kecelakaan tersebut sendiri hingga kini belum dapat diketahui mengapa Dul sampai kehilangan kendali saat mengendarai mobilnya. Polisi pun belum memeriksa Dul lantaran kondisinya masih belum memungkinkan.
"Hari Jumat, minggu lalu, penyidik datang ke rumah AQJ dan bertemu orangtuanya. AQJ di rumah tidur-tiduran karena masih lemah karena ada masalah dengan pinggulnya. Ini yang menjadi kendala," ujar Rikwanto.
Sebelumnya, Dul telah ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti sebagai pengemudi kendaraan yang menjadi pemicu awal kecelakaan berdasarkan fakta dalam olah tempat kejadian perkara. Tabrakan tak terhindari setelah mobil Dul menabrak pembatas jalan yang mengakibatkan tabrakan dengan dua kendaraan lainnya.
Peristiwa maut tersebut merenggut korban tewas total mencapai tujuh orang. Sementara itu, korban luka dari peristiwa tersebut berjumlah delapan orang.

Sumber Berita :

Analisis Berita :
Dari berita diatas dapat diketahui kenakalan remaja saat ini tidaklah terkontrol dengan baik hingga mereka yang berani dalam melakukan kegiatannya sehari-hari dan factor lingkungan yang mendukung membuat anak atau seseorang nekat melakukannya. Dari berita diatas Dul merupakan seorang anak yang usianya dibawah umur sudah berani berkendara tanpa pengawasan kedua orangtuanya. Sangat disayangkan Dul berkendara dengan berkecepatan tinggi yakni hingga 176 km/jam dan Dul telah mengemudikan kendaraannya di luar batas maksimal kecepatan berkendaraan di jalan tol, yakni 100 km per jam.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan kedepannya, hubungan anak dengan orang tua lebih diperhatikan agar anak merasa lingkungan yang mereka tempatin nyaman untuk mereka, sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dan melakukan soialisasi disekolah khusnya agar anak lebih memahami mana kegiatan yang diperbolehkan atau tidak.

Kamis, 14 Februari 2013

Sadness

Malam blogger hari ini adalah hari valentine, tapi menurut gue sih itu biasa aja yaa. Judul blog gue kali ini adalah tentang kesedihan. Yaaaaa emang bener ini sedih banget buat gue, blog ini ngelanjutin curhatan gue dari blogblog X6.
gyuss  kangen banget gue sama kalian T_T mungkin kalian ga liat gue sedih tapi dibalik ini semua perasaan sedih selalu muncul. Jujur gue ga suka sama keadaan yang kaya gini, hari yang gue takutin ini sudah tiba dan bakalan muncul dikehidupan gue. gue ngerasa udah ditinggalin kalian semua gue kangen gue pengen ga ada kubu diantara kita gue ga suka rahasia-rahasia gue pengen kita berasama. Seandaikan kalian ada maslah kita bisa saling syaring. Selama ini gue cuma bisa ngeliat kalian dari jauh ngeliat kalian senag tapi gue ga tau apa-apa kesenangan itu. Yaaa gue tau ga semua orang mau membagi kepribadiann nya masing-masing. Tapi gue harap kalian mau ngumpul lagi.
Gue yakin kita semua kangen ,udah berbagai cara kita buat cuma pengen kita semua bersama tapi sedari liburan itu kita ga pernah ngengabulin rencana kita.
Yukkk mulai sekarang kita gabung lagi. Hari ini adalah hari kasih sayang bukan berarti hari valentine kasih sayang gue buat kalian semua LOVE YOUUU GUYS AND DON'T LEAVE ME ALONE
Dengerin lagu ini yaa buat kalian semua :

"SMTOWN - DEAR MY FAMILY"





For you : SEISCIENTOS2ND