Minggu, 06 Desember 2015

TUGAS 2 TOU2 : RANGKUMAN MATERI (KARAKTERISTIK KELOMPOK)


DEFENISI KELOMPOK

Pengertian Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

KARAKTERISTIK KELOMPOK

Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan.

Karakteristik Kelompok dari Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
2. Adanya interaksi yang terus menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok
4. Adanya norma – norma kelompok
5. Adanya diferensiasi peran
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktivitas bertambah atau meningkat
8. Saling membagi tujuan yang sama

TAHAP – TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK 

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.

Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

TEAM WORK



Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.

Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama. Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.

Berikut poin-poin teamwork yang baik :
  1. Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
  2. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
  3. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
  4. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
  5. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
  6. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
  7. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
  8. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
  9. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.
  10. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
  11. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
  12. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
  13. Ingatlah selalu bahwa : "TEAMWORK MAKES THE DREAM WORK".
LINK SUMBER :

Kamis, 22 Oktober 2015

TUGAS 2 TOU : ORGANISASI APA YANG AKAN ANDA BUAT JIKA SUDAH LULUS DARI UNIVERSITAS GUNADARMA?

Bagi saya organisasi merupakan suatu wadah dimana masyarakat dapat mengapresiasikan bakatnya dalam mewujudkannya. Namun saat nanti 2.5 tahun saya lulus dari universitas gunadarma, saya akan membuat organisasi yang dimana nantinya akan berguna bagi Negri ini. Dan organisasi yang saya buat nantinya akan termasuk kedalam organisasi social, dimana bergerak pada sector lingkungan ataupun alam.




Saya ingin membuat organisasi ini dengan didasar kan bagaimana rasa cinta kita terhadap Negri kita sendiri, yakni saya akan memperkenalkan Indonesia dimata dunia lebih detail lagi akan Keindahan dan Keistimewaan Indonesia.

Dengan cara memiliki wadah sendiri ataupun organisasi yang ada Indonesia akan jauh lebih banyak dikenal oleh seluruh dunia. Cara ini dapat dengan mudah kita lakukan karna manusia itu sendiri tidaklah jauh dari hidup bersosial, dengan adanya teknologi yang canggih membuat jaringan yang luas akan cepat direspon Dunia, dan mudah-mudahan jika nanti organisasi ini terlaksana dan memiliki jaringan yang besar saya pun yakin Indonesia akan lebih indah lagi nantinya.


Untuk membentuk suatu organisasi yang besar tidaklah mudah jika kita tidak mencobanya dengan hal kecil, seperti menjaga lingkungan dan menghargai produk Indonesia. Maka dari itu mulailah saat ini kita menghargai apapun keistimewaan yang ada di Indonesia, agar Indonesia agar lebih baik dan selalu dihargai oleh bangsa lainnya.

TUGAS 1 TOU : BENTUK ORGANISASI PT POS INDONESIA (PERSERO)

Jenis bentuk organisasi yang ada pada PT POS INDONESIA (PERSERO), menurut saya yakni adalah Organisasi Lini dan Staf

Struktur organisasi lini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi. Struktur ini menggambarkan tekanan bahwa wewenang organisasi dipegang langsung oleh manajemen puncak atau manajer atas yang di terapkan pada karyawannya untuk mencapai keberhasilan. Namun demikian manajer-manajer departemen masih diberi kesempatan untuk membuat pengambilan keputusan bagi departemennya, tetapi tetap dalam komando manajen puncak.

Organisasi lini didasarkan atas dasar wewenang langsung. Masing-masing manajer bertanggung jawab untuk mangumpulkan dan memproses informasi yang akan dikeluarkan departemennya bersama-sama dengan asisten manajer dan bawahan lainnya.
Struktur organisasi lini lebih tepat diterapkan pada organisasi berskala kecil dengan lingkup dan volume kerja yang terbatas

Pada organisasi lini dan staff, manajer dalam membuat keputusan dibantu oleh departemen personalia, departemen hukum dan departemen penelitian beserta staffnya. Adanya garis koordinasi antara president atau manajer puncak dengan departemen personalia, hukum dan penelitian menunjukkan bahwa staff ketiga departemen tersebut diberi wewenang untuk memberi laporan segala sesuatu tentang organisasi perusahaan kepada manajer puncak.
Pada struktur organisasi lini dan staff terdapat  tipe wewenang, yaitu :
  • Manajer lini mempunyai wewenang lini. Manajer lini mempunyai wewenang langsung atas operasional departemen yang di bawahnya.Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dan untuk mendorong tindakan.
  • Staff manajer memiliki wewenang staff. Mereka dimaksudkan membantu manajer. Mereka tidak mempunyai wewenang untuk memberikan perintah atau usaha agar manajer membuat keputusan sesuai dengan keinginannya yang pasif pada manajer.
  • Semua staff manajer diberi wewenang fungsional. Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dalam menjalankan aktivitas khusus dengan personel-personel dari departemen lainnya. 
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung

Kelebihan dan Kelemahan
     
    Ciri :
  1. Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
  2. Karyawan banyak
  3. Organisasi besar
  4. Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi:
·                      Personel lini
·                      Personel staf

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1)  Ada pembagian tugas yang jelas
2)  Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
3)  Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
4)  Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
5)  Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)  Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan
2)  Proses decesion makin berliku-liku
3)  Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem          patronage

Minggu, 18 Oktober 2015

TUGAS 1 TOU : KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN PT POS INDONESIA (PERSERO)

Keuntungan Pos Indonesia

Saya hanya akan membahas keunggulan dalam hal pelayanan pengiriman barang, untuk layanan lain saya kurang begitu memperhatikan karena jarang menggunakannya. Berikut keunggulan-keunggulan yang dimiliki Pos Inonesia selain yang sudah saya sebutkan:
1. Kantor Pos ada setiap kecamatan
Kantor pos di Indonesia jumlahnya sangat banyak, hampir disetiap kecamatan pasti ada. Pelanggan bisa dengan mudah menjangkau kantor pos untuk mengakomodasi keperluannya.
2. Tarif kiriman domestik update dan seragam
Antara tarif kiriman yang tercantum di website dan tarif di kantor pos selalu update. Setidaknya beberapa kali saya lacak di website hasilnya sama seperti kantor pos. Paling tidak ada selisih untuk admin kantor pos 1500. Hal ini memudahkan kita mengetahui tarifnya terlebih dahulu sebelum melakukan pengiriman. Selain itu antar satu kantor pos dengan kantor pos lain juga tarifnya tidak ada perbedaan.
Saya punya pengalaman tidak mengenakan dengan jasa pengiriman barang lain. Dikarenakan tarif yang tidak update antara website dan kantor. Saya cek harganya murah, pas sampai di kantornya tarif kiriman lebih mahal, sangat tidak mengenakkan bagi para pelaku bisnis online.
3. Kantor Pos pusat buka lebih lama
Enaknya lagi jika kita berada di kota, terlebih kota-kota besar. Kantor Pos pusat (di kota) buka lebih lama daripada kantor pos cabang (di kecamatan). Kantor Pos Pusat Denpasar contohnya, setiap hari senin hingga jumat buka mulai jam 8 pagi dan tutup jam 9 malam. Dan setiap hari sabtu buka sampai jam 7 malam. Kita bisa kapanpun mengirim barang sesuai waktu senggang kita.
4. Pelayanan prima
Saya pernah sekali mengirimkan barang urgent dengan alamat kantor pos pusat Denpasar. Jadi saya harus mengambil kiriman paket di kantor pos. Meskipun tidak diantar lansung ke rumah, barang saya aman di kantor pos. Saat kiriman datang petugas juga menginformasikan barang kita langsung. Pos Indonesia aman dan terpercaya.
5. Kiriman jumbo ada tarif khusus
Jika Anda mengirimkan paket besar ada tarif khusus yang diberikan oleh Pos Indonesia lebih murah. Yang dimaksud paket jumbo adalah kiriman yang isinya di atas 30 kilo. Mungkin karena bekerja sama dengan anak perusahaannya Pos Logistics, tapi saya kurang mengerti. Kiriman saya 75 kg dari Denpasar – Pekalongan dikenakan tarif Rp 6.000 / kg. Memang sedikit lebih mahal dari jasa pengiriman lainnya, tapi lebih aman.

Kelemahn Pos Indonesia
Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk dengan Pos Indonesia. Kekurangan dari Pos Indonesia yang saya tidak suka adalah pengantaran paket ke tujuan, di desa. Sistem pengantaran barang kiriman antara di desa dan kota itu berbeda. Kalau di desa biasanya Pak Pos menitipkan barang kita di kantor desa. Memang lebih memudahkan, tapi terkadang tidak ada pemberitahuan adanya kiriman dari pegawai kantor desa.
Meskipun bukan murni kesalahan dari kantor Pos, seharusnya bisa diatasi dengan menelpon pihak penerima apabila paket sudah dititipkan di desa. Setidaknya penerima bisa mengambil sendiri di kantor desa jika memang kiriman tersebut dibutuhkan segera.


TUGAS 1 TOU : STRUKTUR ORGANISASI PT POS INDONESIA (PERSERO)

STRUKTUR ORGANISASI


BOARD OF DIRECTORS
Profile Direktur Utama

Monfiori, SE
Bergabung dengan PT Pos Indonesia (Persero) melalui jenjang Pendidikan Tinggi Pos (Diktipos), Angkatan XVIII, Pusdiklatpos Bandung pada tahun 1986, dan selanjutnya pada tahun 1995 berhasil menyelesaikan pendidikan lanjutan dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi. 
Karir di PT Pos Indonesia dilalui dengan baik dimulai sebagai seorang Supervisor di Kantorpos Bukitinggi, yang kemudian berlanjut mulai sebagai Manajer, Wakil Kepala Kantorpo, Kantorpos, Manajer Kantor Wilayah, Deputi, Kepala Regional, Vice President. Menjadi Kepala Pembenahan Operasi PT Pos Indonesia pada tahun 2011-2012, yang selanjutnya dikaryakan di Badan Afiliasi anak perusahaan Dana Pensiun Pos yaitu di Dapensi Dwi Karya sebagai Direktur Utama.  Berdasarkan Surat Keputusan Pemegang Saham PT Pos Properti Indonesia pada tahun 2015 ditunjuk sebagai Direktur Utama.
Beberapa Kursus dan Pelatihan yang pernah diikuti diantaranya:
1.    Pelatihan Pimpinan Tk II, Pos, Leadership Inc, MIM, PPA FEUI, RWI.
2.    Fraud Audit Workshop, BPKP Jawa Barat.
3.    HRM Training, Prima Yasa Eduka.
4.    Pelatihan Customer Service Skills, Inti Mark.
5.    Kursus Kader Pimpinan, (Suskapim III) Prasetya Mulya.
6.    Pelatihan Penata Layanan, Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.
7.    Seminar Perkembangan Komunikasi Menghadapi Globalisasi, Universitas Terbuka.
8.    Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkat Dasar (SEPADA), LAN Bandung.

Profile Direktur

Dra. Lilis Resnawiyanti, Akt
Meniti karir di PT Pos Indonesia (Persero) dimulai dari jenjang Pendidikan Sarjana Angkatan 2. Setelah melalui masa pendidikan kedinasan selama 1 (satu) tahun, penempatan pertama sebagai Asman Verifikasi di Kantor Wilpos V Bandung. Selanjutnya pengalaman kerja berlanjut ke Wilpos Denpasar, sebagai KSPI di Wilpos Semarang, Manajer Akuntansi Kantor Pusat, dan terakhir sebagai VP Pengenalian Keuangan PT Pos Indonesia (Persero).
Setelah melalui berbagai jabatan di lingkungan internal PT Pos Indonesia (Persero), selanjutnya dikaryakan sebagai Direktur Investasi di Dana Pensiun Pos yang kemudian diberi kepercayaan sebagai Direktur PT Pos Properti Indonesia.
Berbagai pelatihan telah diikuti sebagai penigkatan kompetensinya :
1. Pelatihan Manajemen Umum Dana Pensiun.
2. Seminar Investasi dan Outlook Perusahaan.
3. Kursus Manajemen Akuntansi di Pakistan.
4. Kursus Kader Pimpinan.
BOARD OF COMMISIONER
 Drs. Agus F Handoyo, MM
Saat ini menjabat sebagai Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia (Persero) yang diberikan kepercayaan oleh Pemegang Saham menjadi Komisaris PT Pos Properti Indonesia. Karir dan pengalaman dimulai dari Pendidikan Tinggi Sarjana yang merupakan jenjang pendidikan kedinasan PT Pos Indonesia (Persero), dan melanjutkan pendidikan Magister Managemen.
Jabatan kedinasan dilalui dengan penuh dedikasi kepada Perusahaan dimulai sebagai Kepala Bagian di Kantorpos, Asisten Manajer di Kantor Wilayah, Kepala SBU, Kepala Wilayah, Vice President, sampai menjadi Direktur Solusi Bisnis di PT Pos Logistik Indonesia.
Pengalaman dalam mengikuti aktivitas kroporat baik dalam dan luar negeri semakin memberikan kematangan dalam menjalankan tugas dan amanah yang diembannya diantaranya :
  •  Kursus Kader Pimpinan (Suskapim), Bandung, 1998.
  • The future of European Postal Services, Brussel. 1999.
  • Quality Management,  Bangkok, 2001.
  • Benchmark team member pengelolaan data Pos ke Malaysia Post dan Singapore Post, 2007.
  • Benchmark team member pengelolaan data archieving dan Warehousing di VPI Malaysia, 2008.
  • Benchmark team member pengelolaan data archieving dan Warehousing di Trusted Hub Singapore 2010.
  • Anggota Delegasi RI ke Rusia, dalam rangka penjajagan kerjasama ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Rusia, 2012.
  • Anggota Delegasi RI ke Kazakhstan, dalam rangka penjajagan kerjasama ekonomi dan perdagangan Indonesia –Kazakhstan, 2013.


DEWAN KOMISARIS PT POS INDONESIA (PERSERO)


 Basuki Yusuf Iskandar (Ketua)


Noor Ida Khomsiyati

 Karyono Supomo



Bobby Hamzar Rafinus 


Dedi Syarif Usman




Ferrari Roemawi

DIREKSI PT POS INDONESIA (PERSERO)









TUGAS 1 TOU : SEJARAH PT POS INDONESIA (PERSERO)

SEJARAH PT POS INDONESIA (PERSERO)

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.

Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.

Perubahan Status Pos Indonesia


Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.

VISI, MISI DAN MOTO
V I S I
Menjadi Perusahaan pos terpercaya
M I S I
  • Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik
  • Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai kontribusi
  • Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh
  • Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat
  • Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan

KREDO
Terus Bergerak Maju (Move On)
 Move On dijabarkan dalam :
  1. Vision : to be a trusted postal services company
  2. Action : Operational effectiveness, cost efficiency, overwhelming challenge, & increase revenue
  3. Passion : Champion Postal Company in the Region
  4. Collaboration : Merger & acquisition


SUMBER :

Kamis, 14 Mei 2015

TUGAS 3 IBD : KEINDAHAN

KEINDAHAN

Keindahan berasal dari kata Indah, Keindahan adalah sifat dari sesuatu yang memberi kita rasa senang bila melihatnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Herbet Read merumuskan bahwa keindahan adalah kesatuan dan hubungan-hubungan bentuk yang terdapat diantara pencerapan-pencerapan indrawi manusia.
Filsuf abad pertengahan Thomas Amuinos mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.
Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bila mana dilihat (Id qout visum placet).
Khalil Gibran mengungkapkan bahwa Keindahan adalah sesuatu yang menarik jiwamu. Keindahan adalah cinta yang tidak memberi namun menerima.
Menurut Baumgarten adalah Keindahan adalah keselur uhan yang merupakan susunan yang teratur dari bagian- bagian yang saling berhubungan satu sama lain, atau dengan keseluruhan itu sendiri.

Menurut The Liang Gie dalam bukunya “ Garis Besar Estetik” (Filsafat Keindahan), dalam bahasa Inggris Keindahan diterjemahkan dengan kata “Beautiful”, bahasa Perancis “Beau” , Italia dan Spanyol “Bello” , kata-kata itu ber asal dar i bahasa Latin “Bellum” , akar katanya adalah “Bonum” yang berarti Kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “Bonellum” dan terakhir dipendekkan menjadi “bellum”.
Dapat membedakan antara keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah.

Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak adalah keindahan yang tak dapat terlihat secara fisik dan bersifat tidak beraturan, tetapi nilai dari keindahan itu dapat dirasakan,seperti contoh keindahan ketika merasakan angin yang berhembus. Sedangkan keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah adalah kebalikan dari Keindahan dalam suatu kualitas yang abstrak, dimana keindahan itu dapat dirasakan, dilihat maupun dapat dikenang selama kita mengingatnya.
NILAI EKSTENTIK
Nilai ekstentik merupakan sebuah nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan. Nilai adalah suatu realitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan terdapat pada benda. Dalam bidang filsafat, istilah nilai sering kali di pakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness).
Membedakan nilai ekstrinsik dan nilai intrinsik
Nilai instrinsik adalah nilai yang terkandung dari benda atau sesuatu itu sendiri, yang bersifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Sedangkan nilai ekstrinsik adalah nilai yang berasal dari luar benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (Instrumental/ Contributory value), yakni nilai yang ber sifat sebagai alat atau membantu.
KONTEMPLASI DAN EKSTANSI
Keindahan dapat di golongkan menurut selera seni maupun selera biasa. Keindahan yang di dasarkan pada selera seni di dukung oleh faktor Kontemplasi dan Ekstansi.
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berfikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu yang berkenaan dengan dirinya atau diluar dirinya. Di kalangan umum kontemplasi di artikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang dirinya di muka cermin.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan, dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan Ekstansi itu di hubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan Ekstansi merupakan factor pendorong untuk merasakan, menikmati keindahan. Karena derajat atau tingkat Kontemplasi dan Ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda-beda.
RENUNGAN
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori itu ialah :
• TEORI PENGUNGKAPAN
Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” ( seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia ). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expresion and General Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of impressions” (Seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud sebagai gambaran angan-angan seperti misalnya images wama, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.
 • TEORI METAFISIK
Teori semi yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan rnetafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagai realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (timan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide Ke-ranjangan yang abadi dan indah sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dari negara Republik yang ideal menurut Plato.
• TEORI PSIKOLOGIS
Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).

• TEORI KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang. Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian hams dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah, atau disesuaikan dengan kulitnya.
• TEORI OBYEKTIF DAN TEORI SUBYEKTIF
The Liang Gie dalam bukunya garis besar estetika menjelaskan, bahwa dalam mencipta seni ada dua teori yakni teori obyektif dan teori subyektif. Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Apakah keindahan menampakan sesuatu yang ada pada benda indah atau hanya terdapat dalam alarn pikiran orang yang mengamati benda tersebut. Dari persoalan-persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang terkenal sebagai teori obyektif dan teori subyektif.
Pendukung teori obyektif adalah Plato, Hegel dan Bernard Bocanquat, sedang pendukung teori subyektif ialah Henry Home, Earlof Shaffesbury, dan Edmund Burke. Teori obyektif berpendapat, bahwa keindahan atau ciri-ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat (kualitas) yang memang telah melekat pada bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya. Pengamatan orang hanyalah mengungkapkan sifat-sifat indah yang sudah ada pada sesuatu benda dan sama sekali tidak berpengaruh untuk menghubungkan. Yang menjadi masalah ialah ciri-ciri khusus manakah yang membuat sesuatu benda menjadi indah atau dianggap bernilai estetik, salah satu jawaban yang telah diberikan selama berabad-abad ialah perimbangan antara bagian-bagian dalam benda indah itu. Pendapat lain menyatakan, bahwa nilai estetik itu tercipta dengan terpenuhinya asas-asas tertentu mengenai bentuk pada sesuatu benda.
Teori subyektif, menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam din seseorang yang mengamati sesuatu benda. Adanya keindahan semata-mata tergantung pada pencerapan dari si pengamat itu. Kalaupun dinyatakan bahwa sesuatu benda mempunyai nilai estetik, maka hal itu diartikan bahwa seseorang pengamat memperoleh sesuatu pengalaman estetik sebagai tanggapan terhadap benda indah itu. Yang tergolong teori subyektif ialah yang memandang keindahan dalam suatu hubungan di antara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.
• TEORI PERIMBANGAN
Teori obyektif memandang keindahan sebagai suatu kualitas dari benda-benda. Kualitas bagaimana yang menyebabkan sesuatu benda disebut indah telah dijawab oleh bangsa Yunani Kuno dengan teori perimbangan yang bertahan sejak abab 5 sebelum Masehi sampai abab 17 di Eropa. Sebagai contoh bangunan arsitektur Yunani Kuno yang berupa banyak tiang besar.
KESERASIAN
Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan,Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran, dan seimbang.Keserasian merupakan bagian atau yang dapat mewujudkan keindahan. Keserasian mengandung unsur pengertian perpaduan , pertentangan, ukuran dan seimbang.
Perpaduan misalnya : Lagu atau nyanyian-nyanyian merupakan unsur pertentangan antara suara tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-halus yang terpadu begitu rupa sehingga telinga kita dibuat asyik mendengarkan dan hati kita pun merasa puas, tetapi apabila dalam keasyikan itu tiba-tiba terdengar suara yang sumbang kita pun tentunya akan merasa kecewa dalam hal lagu irama yang indah merupakan pertentangan yang serasi.
Teori estetika keindahan adalah Jean M. Filo dalam bukunya “Current Concepts of Art” dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1.  Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu subjektif adanya.
Yakni karena manusianya menciptakan penilaian indah dan kurang indah dalam pikirannya sendiri. Barangkali pernah juga kita dengar pepatah “Des Gustibus Non Est Disputandum” selera keindahan tak bisa diperdebatkan.
2.  Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan objektif adanya.
Yakni karena keindahan itu merupakan nilai yang intrinsik ada pada suatu objek, artinya seekor kupu-kupu memang lebih indah dari pada seekor lalat hijau.
3.  Kelompok yang berpendapat bahwa keindahan itu merupakan pertemuan antara yang subjektif dan yang objektif.
Artinya kualitas keindahan itu baru ada apabila terjadi pertemuan antara subjek manusia dan objek substansi. H. C Wyatt meneliti alasan-alasan yang biasa diberikan orang apabila mereka mengatakan sesuatu itu indah, dan ia menemukan bahwa banyak sekali orang menganggap sesuatu itu indah karena menyebabkan ia bersosialisasi pada suatu yang pernah mengharukannya dahulu, harapan-harapannya dan seterusnya. Ia menganggap alasan-alasan ini sebagai alasan-alasan non estetik.
Daftar Pustaka :