Minggu, 06 Desember 2015

TUGAS 2 TOU2 : RANGKUMAN MATERI (KEPEMIMPINAN)


DEFENISI KEPEMIMPINAN

Pemimpin adalah orang yang mendorong dan menggerakan orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Fungsi penting sebab bagaimanapun juga baiknya perencanaan, tertibnya organisasi dan tepetnya penempatan orang dalam organisasi, belum bearti menjamin geraknya organisasi menuju sasaran dan tujuannya. Untuk itu diperlukan kecakapan, keuletan, pengalaman dan kesabaran.
Kemampuan untuk mempengaruhi dan mengerakkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu disebut kepemimpinan atau sering disebut juga leadership. Kepemimpinan sangat menentukan keberhasilan atas manajemen dan lebih dari itu adalah menentukan keberhasilan administrasi.
Ini berarti bahwa kepemimpinan akan menentukan tercapainya tujuan atau tidaknya suatu tujuan organisasi.

Dalam menggerakan orang lain kita perlu dan harus ingat pada empat faktor berikut :
1.    Kepemimpinan, yaitu kemampuan seseorang untuk mempengaruhi serta menggiatkan orang lain bekerja sama dalam usaha mencapai tujuan.
2.    Komunikasi, yaitu cara dan media menyampaikan pesan.
3.    Instruksi, yaitu perintah atau petunjuk kerja yang jelas, tegas, terarah, jelas bagaimana jalan peleksanaanya dll.
4.    Fasilitas, yaitu kemudahan yang menyebabkan pekerjaan menjadi mudah di laksanakan.

TEORI  KEPEMIMPINAN

Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkaji sejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secara efektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalam makalah ini akan dibahas tentang teori kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentang kepemimpinan antara lain :

1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )

Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwa sifat – sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dan kepribadian.

Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi, antara lain :
  • Kecerdasan
Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya.
  • Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial
Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya.
  • Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi
Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal, efektif dan efisien.
  • Sikap Hubungan Kemanusiaan
Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya.

2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi

Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kearah 2 hal.
  • Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorang pemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia berkonsultasi dengan bawahan.
  • Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yangmemberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil yang akan dicapai.

Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi pula.

3. Teori Kewibawaan Pemimpin

Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebab dengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik secara perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin.

4. Teori Kepemimpinan Situasi

Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.

5. Teori Kelompok

Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yang positif antara pemimpin dengan pengikutnya.
Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teori kepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (Leadership Style), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenap filsafat, keterampilan dan sikapnya.

TIPE KEPEMIMPINAN


Tipe kepemimpinan dapat disebut dengan model (gaya) kepemimpinan seseorang. Tipe kepemimpinan yang secara luas dikenal adalah sebagai berikut.

A. Tipe Otoriter
Disebut juga tipe kepemimpinan authoritarian. Dalam kepemimpinan ini, pemimpin bertindak sebagai diktator terhadap anggota kelompoknya. Baginya memimpin adalah menggerakkan dan memaksa kelompok. Batasan kekuasaan dari pemimpin otoriter hanya dibatasi oleh undang-undang. Bawahan hanya bersifat sebagai pembantu, kewajiban bawahan hanyalah mengikuti dan menjalankan perintah dan tidak boleh membantah atau mengajukan saran. Mereka harus patuh dan setia kepada pemimpin secara mutlak.

Kelebihan :
a.    Keputusan dapat diambil secara cepat
b.    Mudah dilakukan pengawasan
Kelemahan :
a.    Pemimpin yang otoriter tidak menghendaki rapat atau musyawarah.
b. Setiap perbedaan diantara anggota kelompoknya diartikan sebagai kelicikan, pembangkangan, atau pelanggaran disiplin terhadap perintah atau instruksi yang telah diberikan.
c.   Inisiatif dan daya pikir anggota sangat dibatasi, sehingga tidak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan pendapatnya.
d. Pengawasan bagi pemimpin yang otoriter hanyalah berarti mengontrol, apakah segala perintah yang telah diberikan ditaati atau dijalankan dengan baik oleh anggotanya.
e.   Mereka melaksanakan inspeksi, mencari kesalahan dan meneliti orang-orang yang dianggap tidak taat kepada pemimpin, kemudian orang-orang tersebut diancam dengan hukuman, dipecat, dsb. Sebaliknya, orang-orang yang berlaku taat dan menyenangkan pribadinya, dijadikan anak emas dan bahkan diberi penghargaan.
f.    Kekuasaan berlebih ini dapat menimbulkan sikap menyerah tanpa kritik dan kecenderungan untuk mengabaikan perintah dan tugas jika tidak ada pengawasan langsung.
g.   Dominasi yang berlebihan mudah menghidupkan oposisi atau menimbulkan sifat apatis.

B. Tipe Laissez-faire (Bahasa Perancis  : “biarkan mereka sendiri”)
Dalam tipe kepemimpinan ini sebenarnya pemimpin tidak memberikan kepemimpinannya, dia membiarkan bawahannya berbuat sekehendaknya.Pemimpin akan menggunakan sedikit kekuasaannya untuk melakukan tugas mereka.Dengan demikian sebagian besar keputusan diambil oleh anak buahnya.Pemimpin semacam ini sangat tergantung pada bawahannya dalam membuat tujuan itu.Mereka menganggap peran mereka sebagai ‘pembantu’ usaha anak buahnya dengan cara memberikan informasi dan menciptakan lingkungan yang baik.

Kelebihan :
a.    Keputusan berdasarkan keputusan anggota
b.    Tidak ada dominasi dari pemimpin
Kekurangan :
a. Pemimpin sama sekali tidak memberikan control dan koreksi terhadap pekerjaan bawahannya.
b. Pembagian tugas dan kerja sama diserahkan sepenuhnya kepada bawahannya tanpa petunjuk atau saran-saran dari pemimpin. Dengan demikian mudah terjadi kekacauan dan bentrokan.
c.     Tingkat keberhasilan anggota dan kelompok semata-mata disebabkan karena kesadaran dan dedikasi beberapa anggota kelompok, dan bukan karena pengaruh dari pemimpin.
d.   Struktur organisasinya tidak jelas atau kabur, segala kegiatan dilakukan tanpa rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan.

C. Tipe Demokratis
Pemimpin ikut berbaur di tengah anggota kelompoknya. Hubungan pemimpin dengan anggota bukan sebagai majikan dengan bawahan, tetapi lebih seperti kakak dengan saudara-saudaranya. Dalam tindakan dan usaha-usahanya ia selalu berpangkal kepada kepentingan dan kebutuhan kelompoknya, dan mempertimbangkan kesanggupan dan kemampuan kelompoknya.

Kelebihan :
a.   Dalam melaksanalan tugasnya, ia mau menerima dan bahkan mengharapkan pendapat dan saran dari kelompoknya.
b.   Ia mempunyai kepercayaan pula pada anggotanya bahwa mereka mempunyai kesanggupan bekerja dengan baik dan bertanggung jawab.
c. Ia selalu berusaha membangun semangat anggota kelompok dalam menjalankan dan mengembangkan daya kerjanya dengan cara memupuk rasa kekeluargaan dan persatuan. Di samping itu, ia juga memberi kesempatan kepada anggota kelompoknya agar mempunyai kecakapan memimpin dengan jalan mendelegasikan sebagian kekuasaan dan tanggung jawabnya.
Kekurangan :
a.    Proses pengambilan keputusan akan memakan waktu yang lebih banyak.
b.    Sulitnya pencapaian kesepakatan.

D. Tipe Pseudo-demokratis
Tipe ini disebut juga semi demokratis atau manipulasi diplomatic. Pemimpin yang bertipe pseudo-demokratis hanya tampaknya saja bersikap demokratis padahal sebenarnya dia bersikap otokratis. Misalnya jika ia mempunyai ide-ide, pikiran, atau konsep yang ingin diterapkan di lembaga Pendidikannya, maka hal tersebut akan dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan bawahannya, tetapi situasi diatur dan diciptakan sedemikian rupa sehingga pada akhirnya bawahan didesak agar menerima ide atau pikiran tersebut sebagai keputusan bersama. Pemimpin ini menganut demokrasi semu dan lebih mengarah kepada kegiatan pemimpin yang otoriter dalam bentuk yang halus, samar-samar, dan yang mungkin dilaksanakan tanpa disadari bahwa tindakan itu bukan tindakan pimpinan yang demokratis.

E. Tipe Kharismatik
Seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakteristik yang khas yaitu daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang sangat besar dan para pengikutnya tidak selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang tertentu itu dikagumi. Pengikutnya tidak mempersoalkan nilai yang dianut, sikap, dan perilaku serta gaya dari si pemimpin.

Ditengah – tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanya perilaku staf / individu yang berbeda – beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi, penerapan kelima tipe kepemimpinan diatas perlu disesuaikan dengan tuntutan keadaan. Inilah yang dimaksud dengan situasional lesdership,sebagaimana telah disinggung di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkan gaya kepemimpinan situasional ini, seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khusus yakni :
  • Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkat pengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas.
  • Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuan untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadap situasi.
  • Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untuk menjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kita terapkan.
Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebab seorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peran interpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peran pengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314-315). Peran pertama meliputi :
1) Peran Figurehead : Sebagai simbol dari organisasi
2) Leader : Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya
3) Liaison : Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan organisasi.

Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :
· Monitior : Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atau berpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.
·    Disseminator : Menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan.
· Spokeman : Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luar organisasinya.

Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :
·  Enterpreneur : Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi.
· Disturbance Handler : Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedang dalam keadaan menurun.
· Resources Allocator : Mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktu dengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, dan mengesahkan setiap keputusan.
·  Negotiator : Melakukan perundingan dan tawar – menawar.

KEPEMIMPINAN DAN KEARIFAN LOKAL

Kearifan local yaitu spirit local genius yang disepadankan maknanya dengan pengetahuan, kecerdikan,kepandaian, keberilmuan, dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan dan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang relative pelik dan rumit,
Dalam suatu local (daerah ) tentunya selalu diharapkan kehidupan yang selaras, serasi dan seimbang (harmonis). Kehidupan yang penuh kedamaian dan suka cita. Kehidupan yang dipimpin oleh pimpinan yang dihormati bawahannya. Kehidupan yang teratur dan terarah yang dipimpin oleh pimpinan yang mampu menciptakan suasana kondusif.
Kehidupan manusia tidak lepas dari masalah. Serangkaian masalah tidaklah boleh didiamkan. Setiap masalah yang muncul haruslah diselesaikan. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, seseorang akan mampu menaggulangi setiap masalah yang muncul.
Manusia di besarkan masalah. Dalam kehidupan local masyarakat, setiap masalah yang muncul dapat ditanggulangi dengan kearifan local masyarakat setempat. Contohnya adalah masalah banjir yang di alami masyarakat di berbagai tempat. Khususnya di Bali, seringkali terjadi banjir di wilayah Kuta. Sebagai tempat tujuan wisata dunia tentu hal ini sangat tidak menguntungkan. Masalah ini haruslah segera ditangani. Dalam hal pembuatan drainase dan infrastruktur lainnya, diperlukan kematangan rencana agar pembangunan yang dilaksanakan tidak berdampak buruk. Terbukti, penanggulangan yang cepat dengan membuat gorong – gorong bisa menurunkan debit air yang meluber ke jalan.

LINK SUMBER MATERI :

TUGAS 2 TOU2 : RANGKUMAN MATERI (KARAKTERISTIK KELOMPOK)


DEFENISI KELOMPOK

Pengertian Kelompok adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut. Kelompok ini misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. Karena itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi berlaku juga bagi komunikasi kelompok.

KARAKTERISTIK KELOMPOK

Ada dua karakteristik yang melekat pada suatu kelompok, yaitu norma dan peran. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah tentang norma. Norma adalah persetujuan atau perjanjian tentang bagaimana orang-orang dalam suatu kelompok berperilaku satu dengan lainnya. Ada tiga kategori norma kelompok, yaitu norma sosial, prosedural dan tugas. Norma sosial mengatur hubungan di antara para nggota kelompok. Sedangkan norma prosedural menguraikan dengan lebih rinci bagaimana kelompok harus beroperasi, seperti bagaimana suatu kelompok harus membuat keputusan.

Karakteristik Kelompok dari Beberapa ahli mengatakan bahwa dalam suatu kelompok terdapat ciri – ciri, yaitu :
1. Terdiri dari 2 orang atau lebih
2. Adanya interaksi yang terus menerus
3. Adanya pengembangan identitas kelompok
4. Adanya norma – norma kelompok
5. Adanya diferensiasi peran
6. Peran yang saling tergantung
7. Produktivitas bertambah atau meningkat
8. Saling membagi tujuan yang sama

TAHAP – TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK 

Model pembentukan suatu kelompok pertama kali diajukan oleh Bruce Tackman (1965). Teori ini dikenal sebagai salah satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide lain setelah kosep ini dicetuskan.

Tahap 1 – Forming
Pada tahap ini kelompok baru saja dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum saling percaya.

Tahap 2 – Storming
Kelompok mulai mengembangkan ide-ide berhubungan dengan tugas-tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu semacam masalah yang harus mereka selesaikan. Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasi ide-ide dan perspektif mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun ada pula yang mandenk pada tahap ini.

Tahap 3 – Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Anggota kelompok mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi masing-masing anggota untuk kelompok.

Tahap 4 – Performing
Kelompok dalam tahap ini dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling bergantung satu sama lainnya dan mereka saling respect dalam berkomunikasi.

Tahap 5 – Adjourning dan Transforming
Tahap dimana proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada tahap mana pun ketika mereka mengalami perubahan.

TEAM WORK



Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan dari pribadi paling populer di tim.

Dalam sebuah tim yang dibutuhkan adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama. Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.

Berikut poin-poin teamwork yang baik :
  1. Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
  2. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
  3. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
  4. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
  5. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
  6. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
  7. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
  8. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
  9. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team.
  10. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
  11. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
  12. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
  13. Ingatlah selalu bahwa : "TEAMWORK MAKES THE DREAM WORK".
LINK SUMBER :

Kamis, 22 Oktober 2015

TUGAS 2 TOU : ORGANISASI APA YANG AKAN ANDA BUAT JIKA SUDAH LULUS DARI UNIVERSITAS GUNADARMA?

Bagi saya organisasi merupakan suatu wadah dimana masyarakat dapat mengapresiasikan bakatnya dalam mewujudkannya. Namun saat nanti 2.5 tahun saya lulus dari universitas gunadarma, saya akan membuat organisasi yang dimana nantinya akan berguna bagi Negri ini. Dan organisasi yang saya buat nantinya akan termasuk kedalam organisasi social, dimana bergerak pada sector lingkungan ataupun alam.




Saya ingin membuat organisasi ini dengan didasar kan bagaimana rasa cinta kita terhadap Negri kita sendiri, yakni saya akan memperkenalkan Indonesia dimata dunia lebih detail lagi akan Keindahan dan Keistimewaan Indonesia.

Dengan cara memiliki wadah sendiri ataupun organisasi yang ada Indonesia akan jauh lebih banyak dikenal oleh seluruh dunia. Cara ini dapat dengan mudah kita lakukan karna manusia itu sendiri tidaklah jauh dari hidup bersosial, dengan adanya teknologi yang canggih membuat jaringan yang luas akan cepat direspon Dunia, dan mudah-mudahan jika nanti organisasi ini terlaksana dan memiliki jaringan yang besar saya pun yakin Indonesia akan lebih indah lagi nantinya.


Untuk membentuk suatu organisasi yang besar tidaklah mudah jika kita tidak mencobanya dengan hal kecil, seperti menjaga lingkungan dan menghargai produk Indonesia. Maka dari itu mulailah saat ini kita menghargai apapun keistimewaan yang ada di Indonesia, agar Indonesia agar lebih baik dan selalu dihargai oleh bangsa lainnya.

TUGAS 1 TOU : BENTUK ORGANISASI PT POS INDONESIA (PERSERO)

Jenis bentuk organisasi yang ada pada PT POS INDONESIA (PERSERO), menurut saya yakni adalah Organisasi Lini dan Staf

Struktur organisasi lini adalah bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi. Struktur ini menggambarkan tekanan bahwa wewenang organisasi dipegang langsung oleh manajemen puncak atau manajer atas yang di terapkan pada karyawannya untuk mencapai keberhasilan. Namun demikian manajer-manajer departemen masih diberi kesempatan untuk membuat pengambilan keputusan bagi departemennya, tetapi tetap dalam komando manajen puncak.

Organisasi lini didasarkan atas dasar wewenang langsung. Masing-masing manajer bertanggung jawab untuk mangumpulkan dan memproses informasi yang akan dikeluarkan departemennya bersama-sama dengan asisten manajer dan bawahan lainnya.
Struktur organisasi lini lebih tepat diterapkan pada organisasi berskala kecil dengan lingkup dan volume kerja yang terbatas

Pada organisasi lini dan staff, manajer dalam membuat keputusan dibantu oleh departemen personalia, departemen hukum dan departemen penelitian beserta staffnya. Adanya garis koordinasi antara president atau manajer puncak dengan departemen personalia, hukum dan penelitian menunjukkan bahwa staff ketiga departemen tersebut diberi wewenang untuk memberi laporan segala sesuatu tentang organisasi perusahaan kepada manajer puncak.
Pada struktur organisasi lini dan staff terdapat  tipe wewenang, yaitu :
  • Manajer lini mempunyai wewenang lini. Manajer lini mempunyai wewenang langsung atas operasional departemen yang di bawahnya.Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dan untuk mendorong tindakan.
  • Staff manajer memiliki wewenang staff. Mereka dimaksudkan membantu manajer. Mereka tidak mempunyai wewenang untuk memberikan perintah atau usaha agar manajer membuat keputusan sesuai dengan keinginannya yang pasif pada manajer.
  • Semua staff manajer diberi wewenang fungsional. Mereka mempunyai wewenang untuk membuat keputusan dalam menjalankan aktivitas khusus dengan personel-personel dari departemen lainnya. 
Organisasi Lini dan Staf adalah kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Pelimpahan wewenang dalam organisasi ini berlangsung secara vertikal dari seorang atasan pimpinan hingga pimpinan dibawahnya. Untuk membantu kelancaran dalam mengelola organisasi tersebut seorang pimpinan mendapat bantuan dari para staf dibawahnya. Tugas para staf disini adalah untuk membantu memberikan pemikiran nasehat atau saran-saran, data, informasi dan pelayanan kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan suatu keputusan atau kebijaksanaan. Pada struktur organisasi ini Hubungan antara atasan dengan bawahan tidak secara langsung

Kelebihan dan Kelemahan
     
    Ciri :
  1. Hubungan atasan dan bawahan tidak seluruhnya secara langsung
  2. Karyawan banyak
  3. Organisasi besar
  4. Ada dua kelompok kerja dalam organisasi sehingga ditekankan adanya spesialisasi:
·                      Personel lini
·                      Personel staf

Keuntungan dari struktur organisasi ini adalah :
1)  Ada pembagian tugas yang jelas
2)  Kerjasama dan koordinasi dapat dilaksanakan dengan jelas
3)  Pengembangan bakat segenap anggota organisasi terjamin
4)  Staffing dilaksanakan sesuai prinsip the right man on the right place
5)  Bentuk organisasi ini fleksibel untuk diterapkan

Keburukan dari struktur organisasi ini adalah :
1)  Tugas pokok orang-orang sering dinomorduakan
2)  Proses decesion makin berliku-liku
3)  Jika pertimbangan tidak terkontrol maka sering menimbulkan nepotism spoilsystem          patronage

Minggu, 18 Oktober 2015

TUGAS 1 TOU : KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN PT POS INDONESIA (PERSERO)

Keuntungan Pos Indonesia

Saya hanya akan membahas keunggulan dalam hal pelayanan pengiriman barang, untuk layanan lain saya kurang begitu memperhatikan karena jarang menggunakannya. Berikut keunggulan-keunggulan yang dimiliki Pos Inonesia selain yang sudah saya sebutkan:
1. Kantor Pos ada setiap kecamatan
Kantor pos di Indonesia jumlahnya sangat banyak, hampir disetiap kecamatan pasti ada. Pelanggan bisa dengan mudah menjangkau kantor pos untuk mengakomodasi keperluannya.
2. Tarif kiriman domestik update dan seragam
Antara tarif kiriman yang tercantum di website dan tarif di kantor pos selalu update. Setidaknya beberapa kali saya lacak di website hasilnya sama seperti kantor pos. Paling tidak ada selisih untuk admin kantor pos 1500. Hal ini memudahkan kita mengetahui tarifnya terlebih dahulu sebelum melakukan pengiriman. Selain itu antar satu kantor pos dengan kantor pos lain juga tarifnya tidak ada perbedaan.
Saya punya pengalaman tidak mengenakan dengan jasa pengiriman barang lain. Dikarenakan tarif yang tidak update antara website dan kantor. Saya cek harganya murah, pas sampai di kantornya tarif kiriman lebih mahal, sangat tidak mengenakkan bagi para pelaku bisnis online.
3. Kantor Pos pusat buka lebih lama
Enaknya lagi jika kita berada di kota, terlebih kota-kota besar. Kantor Pos pusat (di kota) buka lebih lama daripada kantor pos cabang (di kecamatan). Kantor Pos Pusat Denpasar contohnya, setiap hari senin hingga jumat buka mulai jam 8 pagi dan tutup jam 9 malam. Dan setiap hari sabtu buka sampai jam 7 malam. Kita bisa kapanpun mengirim barang sesuai waktu senggang kita.
4. Pelayanan prima
Saya pernah sekali mengirimkan barang urgent dengan alamat kantor pos pusat Denpasar. Jadi saya harus mengambil kiriman paket di kantor pos. Meskipun tidak diantar lansung ke rumah, barang saya aman di kantor pos. Saat kiriman datang petugas juga menginformasikan barang kita langsung. Pos Indonesia aman dan terpercaya.
5. Kiriman jumbo ada tarif khusus
Jika Anda mengirimkan paket besar ada tarif khusus yang diberikan oleh Pos Indonesia lebih murah. Yang dimaksud paket jumbo adalah kiriman yang isinya di atas 30 kilo. Mungkin karena bekerja sama dengan anak perusahaannya Pos Logistics, tapi saya kurang mengerti. Kiriman saya 75 kg dari Denpasar – Pekalongan dikenakan tarif Rp 6.000 / kg. Memang sedikit lebih mahal dari jasa pengiriman lainnya, tapi lebih aman.

Kelemahn Pos Indonesia
Setiap hal pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, termasuk dengan Pos Indonesia. Kekurangan dari Pos Indonesia yang saya tidak suka adalah pengantaran paket ke tujuan, di desa. Sistem pengantaran barang kiriman antara di desa dan kota itu berbeda. Kalau di desa biasanya Pak Pos menitipkan barang kita di kantor desa. Memang lebih memudahkan, tapi terkadang tidak ada pemberitahuan adanya kiriman dari pegawai kantor desa.
Meskipun bukan murni kesalahan dari kantor Pos, seharusnya bisa diatasi dengan menelpon pihak penerima apabila paket sudah dititipkan di desa. Setidaknya penerima bisa mengambil sendiri di kantor desa jika memang kiriman tersebut dibutuhkan segera.


TUGAS 1 TOU : STRUKTUR ORGANISASI PT POS INDONESIA (PERSERO)

STRUKTUR ORGANISASI


BOARD OF DIRECTORS
Profile Direktur Utama

Monfiori, SE
Bergabung dengan PT Pos Indonesia (Persero) melalui jenjang Pendidikan Tinggi Pos (Diktipos), Angkatan XVIII, Pusdiklatpos Bandung pada tahun 1986, dan selanjutnya pada tahun 1995 berhasil menyelesaikan pendidikan lanjutan dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi. 
Karir di PT Pos Indonesia dilalui dengan baik dimulai sebagai seorang Supervisor di Kantorpos Bukitinggi, yang kemudian berlanjut mulai sebagai Manajer, Wakil Kepala Kantorpo, Kantorpos, Manajer Kantor Wilayah, Deputi, Kepala Regional, Vice President. Menjadi Kepala Pembenahan Operasi PT Pos Indonesia pada tahun 2011-2012, yang selanjutnya dikaryakan di Badan Afiliasi anak perusahaan Dana Pensiun Pos yaitu di Dapensi Dwi Karya sebagai Direktur Utama.  Berdasarkan Surat Keputusan Pemegang Saham PT Pos Properti Indonesia pada tahun 2015 ditunjuk sebagai Direktur Utama.
Beberapa Kursus dan Pelatihan yang pernah diikuti diantaranya:
1.    Pelatihan Pimpinan Tk II, Pos, Leadership Inc, MIM, PPA FEUI, RWI.
2.    Fraud Audit Workshop, BPKP Jawa Barat.
3.    HRM Training, Prima Yasa Eduka.
4.    Pelatihan Customer Service Skills, Inti Mark.
5.    Kursus Kader Pimpinan, (Suskapim III) Prasetya Mulya.
6.    Pelatihan Penata Layanan, Sekolah Tinggi Manajemen Bandung.
7.    Seminar Perkembangan Komunikasi Menghadapi Globalisasi, Universitas Terbuka.
8.    Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkat Dasar (SEPADA), LAN Bandung.

Profile Direktur

Dra. Lilis Resnawiyanti, Akt
Meniti karir di PT Pos Indonesia (Persero) dimulai dari jenjang Pendidikan Sarjana Angkatan 2. Setelah melalui masa pendidikan kedinasan selama 1 (satu) tahun, penempatan pertama sebagai Asman Verifikasi di Kantor Wilpos V Bandung. Selanjutnya pengalaman kerja berlanjut ke Wilpos Denpasar, sebagai KSPI di Wilpos Semarang, Manajer Akuntansi Kantor Pusat, dan terakhir sebagai VP Pengenalian Keuangan PT Pos Indonesia (Persero).
Setelah melalui berbagai jabatan di lingkungan internal PT Pos Indonesia (Persero), selanjutnya dikaryakan sebagai Direktur Investasi di Dana Pensiun Pos yang kemudian diberi kepercayaan sebagai Direktur PT Pos Properti Indonesia.
Berbagai pelatihan telah diikuti sebagai penigkatan kompetensinya :
1. Pelatihan Manajemen Umum Dana Pensiun.
2. Seminar Investasi dan Outlook Perusahaan.
3. Kursus Manajemen Akuntansi di Pakistan.
4. Kursus Kader Pimpinan.
BOARD OF COMMISIONER
 Drs. Agus F Handoyo, MM
Saat ini menjabat sebagai Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia (Persero) yang diberikan kepercayaan oleh Pemegang Saham menjadi Komisaris PT Pos Properti Indonesia. Karir dan pengalaman dimulai dari Pendidikan Tinggi Sarjana yang merupakan jenjang pendidikan kedinasan PT Pos Indonesia (Persero), dan melanjutkan pendidikan Magister Managemen.
Jabatan kedinasan dilalui dengan penuh dedikasi kepada Perusahaan dimulai sebagai Kepala Bagian di Kantorpos, Asisten Manajer di Kantor Wilayah, Kepala SBU, Kepala Wilayah, Vice President, sampai menjadi Direktur Solusi Bisnis di PT Pos Logistik Indonesia.
Pengalaman dalam mengikuti aktivitas kroporat baik dalam dan luar negeri semakin memberikan kematangan dalam menjalankan tugas dan amanah yang diembannya diantaranya :
  •  Kursus Kader Pimpinan (Suskapim), Bandung, 1998.
  • The future of European Postal Services, Brussel. 1999.
  • Quality Management,  Bangkok, 2001.
  • Benchmark team member pengelolaan data Pos ke Malaysia Post dan Singapore Post, 2007.
  • Benchmark team member pengelolaan data archieving dan Warehousing di VPI Malaysia, 2008.
  • Benchmark team member pengelolaan data archieving dan Warehousing di Trusted Hub Singapore 2010.
  • Anggota Delegasi RI ke Rusia, dalam rangka penjajagan kerjasama ekonomi dan perdagangan Indonesia dan Rusia, 2012.
  • Anggota Delegasi RI ke Kazakhstan, dalam rangka penjajagan kerjasama ekonomi dan perdagangan Indonesia –Kazakhstan, 2013.


DEWAN KOMISARIS PT POS INDONESIA (PERSERO)


 Basuki Yusuf Iskandar (Ketua)


Noor Ida Khomsiyati

 Karyono Supomo



Bobby Hamzar Rafinus 


Dedi Syarif Usman




Ferrari Roemawi

DIREKSI PT POS INDONESIA (PERSERO)









TUGAS 1 TOU : SEJARAH PT POS INDONESIA (PERSERO)

SEJARAH PT POS INDONESIA (PERSERO)

Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri Belanda. Sejak itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada publik.

Setelah Kantorpos Batavia didirikan, maka empat tahun kemudian didirikan Kantorpos Semarang untuk mengadakan perhubungan pos yang teratur antara kedua tempat itu dan untuk mempercepat pengirimannya. Rute perjalanan pos kala itu ialah melalui Karawang, Cirebon dan Pekalongan.

Perubahan Status Pos Indonesia


Pos Indonesia telah beberapa kali mengalami perubahan status mulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone). Badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan ini operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Perkembangan terus terjadi hingga statusnya menjadi Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi (PN Postel). Mengamati perkembangan zaman dimana sektor pos dan telekomunikasi berkembang sangat pesat, maka pada tahun 1965 berganti menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos dan Giro), dan pada tahun 1978 berubah menjadi Perum Pos dan Giro yang sejak ini ditegaskan sebagai badan usaha tunggal dalam menyelenggarakan dinas pos dan giropos baik untuk hubungan dalam maupun luar negeri. Selama 17 tahun berstatus Perum, maka pada Juni 1995 berubah menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki 3.700 Kantorpos online, serta dilengkapi elektronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.

VISI, MISI DAN MOTO
V I S I
Menjadi Perusahaan pos terpercaya
M I S I
  • Berkomitmen kepada pelanggan untuk menyediakan layanan yang selalu tepat waktu dan nilai terbaik
  • Berkomitmen kepada karyawan untuk memberikan iklim kerja yang aman, nyaman dan menghargai kontribusi
  • Berkomitmen kepada pemegang saham untuk memberikan hasil usaha yang menguntungkan dan terus bertumbuh
  • Berkomitmen untuk berkontribusi positif kepada masyarakat
  • Berkomitmen untuk berperilaku transparan dan terpercaya kepada seluruh pemangku kepentingan

KREDO
Terus Bergerak Maju (Move On)
 Move On dijabarkan dalam :
  1. Vision : to be a trusted postal services company
  2. Action : Operational effectiveness, cost efficiency, overwhelming challenge, & increase revenue
  3. Passion : Champion Postal Company in the Region
  4. Collaboration : Merger & acquisition


SUMBER :